Asia
Benua Asia merupakan benua terluas di dunia, yang menempati wilayah seluas 45.035.492 kilometer persegi (sekitar 29,4% permukaan daratan Bumi). Asia memiliki penduduk terbanyak di dunia, sekitar 60% penduduk dunia ada di benua ini. Secara astronomis, benua Asia berada pada 11,16 derajat lintang selatan hingga 77,41 derajat lintang utara dan pada 26,04 derajat bujur timur hingga 169,4 bujur timur. Secara Geografis, Asia dibatasi oleh:
a. Utara : Samudera Arktik (Kutub Utara)
b. Timur : Laut Bering, Samudera Pasifik dan Papua Nugini
c. Selatan : Australia dan Samudera Hindia
d. Barat : Afrika, Laut Tengah, Eropa dan Laut Kaspia.
Benua Asia juga merupakan suatu benua yang menyatu dengan benua Eropa sehingga kedua benua ini sering disebut Eurasia. Tidak ada batasan yang jelas di antara dua benua ini bahkan terkadang Turki dapat dimasukkan ke dalam dua benua ini. Namun beberapa batas alam yang memisahkan kedua benua ini adalah:
a. Pegunungan Ural
b. Laut Kaspia
c. Pegunungan Kaukasus
d. Laut Hitam
e. Sungai Ural
f. Kepulauan Novaya Zemlya
Kata "Asia" masuk kedalam bahasa Indonesia, melalui bahasa Belanda, dari Yunani Kuno Ασία. Nama ini pertama kali digunakan oleh Herodotus (pada 440 sebelum masehi), dimana mengacu pada Asia Kecil; atau, dengan maksud menggambarkan Perang Persia, kepada Kerajaan Persia sebagai musuh Yunani dan Mesir. Meski sebelum Herodotus, Homer mengetahui celah Troya bernama Asios, anak laki laki Hyrtacus, penguasa atas beberapa kota, dan dimana dia menggambarkan rawa rawa sebagai "ασιος" (ilias 2, 461). Istilah Yunani yang diturunkan dari Assuwa, suatu konfiderasi negara negara di Anatolia Barat (kini berada dalam wilayah Turki) pada abad ke 14 sebelum masehi. Hittite assu - "Bagus" kemungkinan adalah bagian dari nama itu.
Selain itu, pokok asal usul kata dari istilah itu kemungkinan dari kata Akkadia (w)aṣû(m), yang masih kerabat kata Ibrani יצא, yang berarti "keluar" atau "naik", mengacu ke arah matahari pada saat fajar (matahari terbit) di Timur Tengah, dan juga nampaknya berhubungan dengan kata Fenisia ‘asa’ yang berarti timur. Berbeda dengan asal usul kata yang diusulkan Eropa, dari bahasa Arab dan Parsi ‘erēbu’ yang berarti "masuk" atau "terbenam" (bagi matahari). Meskipun begitu, asal usul kata Asia oleh Mesopotamia atau Timur Tengah tak akan menjelaskan bagaimana istilah "Asia" pertama datang, yang dipadukan dengan Anatolia yang tinggal di barat dari daerah Arab Persia.
B. Penduduk Asia
Penduduk Asia merupakan penduduk terbanyak di dunia, melebihi lima benua lainnya. Penduduk Asia terbagi menjadi:
a. Ras Mongoloid
Ras ini terbagi lagi menjadi dua sub-ras, yaitu:
· Asiatic Mongoloid
Sub-ras ini memiliki ciri-ciri fisik seperti berambut hitam lurus, bermata sipit dan berkulit putih kekuningan. Persebarannya meliputi Jepang, Korea Selatan, Korea Utara, Mongolia, Republik Rakyat China, Tibet, Nepal, Bhutan, Taiwan, Hong Kong, Macau, Myanmar, Thailand, Laos, Kamboja dan Vietnam.
· Malayan Mongoloid
Sub-ras ini memiliki ciri-ciri fisik seperti berambut hitam lurus hingga bergelombang, bermata besar dan berkulit kuning langsat hingga kecoklatan. Persebarannya meliputi Negara Malaysia, Singapura, Indonesia, Brunei Darussalam, Timor Leste dan Filipina.
b. Ras Kaukasoid
Ras ini memiiki ciri-ciri fisik seperti berkulit putih dan berbadan tinggi. Ras ini hampir menyerupai ras Europoid di Eropa namun hal yang memberikan perbedaan di antara dua jenis ras ini adalah warna rambutnya. Ras Kaukasoid memiliki rambut hitam (atau cokelat kehitaman) bergelombang sementara ras Europoid memiliki warna rambut pirang. Persebarannya meliputi India bagian utara, Pakistan, Afganistan, Tajikistan, Kirgiztan, Siberia, Kazakstan, Uzbekistan, Turkmenistan, Iran, Suriah, Irak, Libanon, Israel dan Palestina.
c. Ras Negroid
Ras ini berbeda dengan ras Negroid di Afrika. Perbedaannya berada pada tingkat kegelapan warna kulit. Negroid Asia berwarna kecoklatan sementara Negroid Afrika berwarna coklat hingga coklat tua. Tinggi tubuh mereka sedikit lebih pendek dari ras Kaukasoid. Penyebarannya meliputi Kuwait, Arab Saudi, Bahrain, Qatar, Persatuan Emirat Arab, Oman, Yaman, Maladewa, Srilanka, Bangladesh dan India bagian selatan.
Dalam hal jumlah penduduk, Republik Rakyat Cina merupakan negara berpenduduk terbanyak di dunia, yang jumlahnya mencapai 1.319.000.000 jiwa pada tahun 2007. Diikuti oleh India pada peringkat kedua dan Indonesia pada peringkat keempat, setelah Amerika Serikat.
Agama yang dianut oleh bangsa-bangsa Asia ini adalah Budha (Mahayana dan Hinayana), Islam, Kristen (Protestan, Anglipayan/Anglikan Ortodoks, Lutheran, Methodist), Katholik, Hindu (Tollotang, Kaharingan), Konghucu, Sikh, Shinto, Yahudi, Konfusianisme, Jainisme, Baha’I, Animisme (seperti aliran Songsarek) dan Dinamisme.
Perekonomian penduduk Asia pada umumnya mengandalkan pertanian, perkebunan, hasil hutan, pertambangan, perindustrian dan jasa. Beberapa negara yang dapat mengandalkan hasil buminya hingga menjadi yang terkemuka di bidangnya adalah:
· Arab Saudi, penghasil minyak bumi terbanyak di dunia.
· Filipina, penghasil tali rami terbanyak di dunia.
· Korea Selatan, penghasil gingseng terbanyak di dunia.
· Malaysia, penghasil timah dan karet terbanyak di dunia.
· Jepang, penangkap ikan terbanyak sekaligus pengembang dunia industri terpesat di dunia.
· Republik Rakyat China, penghasil beras, tembakau, telur, daging, bijih besi, batu arang dan zinc terbanyak di dunia.
· Indonesia, penangkap hiu terbanyak di dunia.
Kependudukan bangsa-bangsa di Asia di negaranya masing-masing memiliki pemerintahannya tersendiri, seperti:
· Republik Demokrasi, seperti Indonesia dan Filipina.
· Republik Demokrasi Komunis, seperti Republik Rakyat Cina dan Korea Utara.
· Republik Sosialis, seperti Vietnam dan Myanmar.
· Republik Federal, seperti Malaysia.
· Republik Parlementer, seperti Korea Selatan, Bangladesh, Kazakstan dan Kirgiztan.
· Republik Islam, seperti Iran, Afganistan dan Pakistan.
· Kesultanan, seperti Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar dan Persatuan Emirat Arab.
· Kekaisaran Monarki Konstitusional, seperti Jepang.
· Kerajaan Monarki, seperti Arab Saudi.
· Kerajaan Konstitusi, seperti Kamboja, Thailand dan Yordania.
· Kerajaan Islam, seperti Arab Saudi dan Brunei Darussalam.
· Kerajaan Hindu, seperti Nepal.
C. Pembagian Wilayah Asia
Benua Asia dibagi menjadi enam daerah, di antaranya:
a. Asia Barat
Kawasan ini sering juga disebut sebagai kawasan Timur Tengah, karena kawasan ini berada di tengah belahan bumi timur. Keadaan alam Asia Barat cenderung tandus dan kering karena intensitas hujan yang rendah. Hal ini disebabkan karena letak geografis kawasan ini yang berada di antara tiga benua luas yang mengapitnya, yaitu Asia, Eropa dan Afrika sehingga angin yang bertiup ke daerah ini bersifat kering dan hanya membawa uap air yang sangat sedikit sekali setelah melewati daerah-daerah luas di sekitar Timur Tengah. Sehingga tanaman yang dapat hidup di daerah ini hanya kaktus di daerah gurun-gurun, pohon kurma di daerah oase-oase dan pohon zaitun di daerah sekitar pesisir pantai laut Mediterania.
Hanya ada tiga pulau besar yang berada di Timur Tengah, yaitu Siprus, Bahrain dan Sokotra (milik Yaman). Danau terkenal di kawasan ini adalah Laut Mati di perbatasan Israel, Palestina dan Yordania, danau ini berada pada 395 meter di bawah permukaan air laut. Danau ini pun terkenal dengan kadar garamnya yang sangat tinggi (sekitar enam kali lipat kadar garam di samudera) sehingga dapat membuat benda apapun mengampung dan hampir tidak ada makhluk hidup di dalamnya, kecuali beberapa jenis bakteri. Pegunungan yang membentang di daerah ini adalah Pegunungan Zagros (di Iran) dan Pegunungan Taurus (di Turki). Gunung tertinggi di Timur Tengah adalah Gunung Demavent di Iran bagian utara yang memiliki ketinggian 5804 meter dari permukaan laut. Gurun-gurun yang menutupi permukaan bumi Timur Tengah adalah gurun Rub Al Kali (Arab Saudi), Dashti Kavir (Iran) dan gurun Negev (di Israel). Gurun-gurun di kawasan Asia Barat memiliki kandungan pasir tertinggi di dunia. Karena pada umumnya kandungan pasir dalam suatu kawasan gurun hanya memiliki kandungan pasir sekitar 10% hingga 15% sementara gurun-gurun di kawasan Asia Barat melebihi kandungan pasir rata-rata gurun pasir dunia.
Sungai terpanjangnya adalah Sungai Efrat dan Sungai Tigris di Irak. Di antara dua sungai tersebut mengapit suatu daratan luas yang sering disebut sebagai Mesopotamia. Suatu kawasan yang diperebutkan oleh bangsa-bangsa Timur Tengah pada masa lampau, seperti bangsa Akkadia, Sumeria, dsb.
Bangunan kebudayaannya yang terkenal adalah Ka’bah di Mekkah, Arab Saudi. Ada pula Petra di Yordania. Dari kawasan Timur Tengah muncul tiga agama yang bersifat Abrahamic, yaitu Kristen, Islam dan Yahudi. Kristen dan Yahudi berasal dari Israel sementara Islam berasal dari Arab Saudi. Negara terbesarnya adalah Arab Saudi (2.331.00 kilometer persegi) dan Negara terkecilnya adalah Gaza (363 kilometer persegi). Kawasan Timur Tengah dikelilingi oleh:
o Utara : Turkmenistan, Laut Kaspia, Laut Hitam,
Russia, Bulgaria dan Chechnya.
o Timur : Afganistan, Pakistan dan Laut Arab.
o Selatan : Laut Arab dan Selat Bab Al Mandeb.
o Barat : Laut Merah, Mesir dan Laut Mediterania.
Gambar di atas merupakan peta Asia Barat.
b. Asia Selatan
Kawasan ini sering juga disebut sebagai kawasan Anak Asia (atau Anak Benua) karena letaknya yang berada di ujung selatan bagian tengah Asia yang dikelilingi oleh pegunungan-pegunungan tinggi seperti pegunungan Himalaya dan pegunungan Hindukush. Pegunungan-pegunungan inilah yang memberikan kesan ‘terkurung’ pada kawasan ini. Ada pula pendapat yang menyatakan karena kawasan ini mempunyai lempeng tektonik sendiri, yaitu Lempeng India, yang terpisah dari bagian Eurasia lain dan dulunya merupakan benua kecil sebelum bertumbukan dengan Lempeng Eurasia.
Disebut juga sebagai Asia Muka karena sistem perdagangan pada zaman dahulu. Saat jalur Sutera mulai dirasakan kurang aman oleh para pedagang ( membuat mereka harus melewati jalur laut untuk berdagang) dan belum adanya Terusan Suez di Mesir, para pelaut dan pedagang Eropa harus mengelilingi benua Afrika sebelum tiba di daratan Asia. Ketika mereka telah melewati Semenanjung Harapan di Afrika Selatan dan memasuki kawasan Samudera Hindia, daerah Asia yang pertama kali nampak dan berhadapan langsung dengan mereka adalah kawasan Asia Selatan. Kawasan Asia Selatan yang nampak lebih dulu daripada kawasan Asia lainnya, membuat kawasan ini seperti wajah (muka) Asia, sama seperti manusia yang melihat wajah saat pertama kali bertemu.
Puncak tertinggi di Asia Selatan adalah Gunung Everest (atau gunung Gauri Sangkar dalam bahasa lokal) di Nepal yang memiliki ketinggian 8800 meter dari permukaan laut. Gunung ini berada pada Pegunungan Himalaya, yang merupakan hasil penabrakan lempeng India dengan lempeng Eurasia. Kedua lempengan ini terus bertabrakan dan pergerakannya mencapai 14 cm per tahun, mengakibatkan pegunungan Himalaya akan terus bertambah tinggi beberapa centimeter setiap satu dasawarsa. Dari kawasan ini pula, muncul tiga agama besar di dunia, yaitu Hindu dan Sikh yang berasal dari India dan Budha dari Nepal. Adapun dua sungai terbesar di Asia Selatan yang menopang kehidupan masyarakat Asia Selatan, yaitu Sungai Indus (yang melewati Pakistan dan Kashmir) dan Sungai Gangga di India. Negara terbesarnya adalah India (3.316.500) dan negara terkecilnya adalah Maladewa (luasnya hanya sekitar 298 kilometer persegi).Bangunan yang terkenal di Asia Selatan adalah Taj Mahal di Agra, India. Gurun yang berada di kawasan ini adalah gurun Thar di India dan Pakistan. Asia Selatan hanya memiliki pulau Ceylon (Sri Lanka) kepulauan Lakadewa (India) dan kepulauan Maladewa di perairannya. Batas-batas kawasan Asia Selatan adalah:
o Utara : RRC, Tajikistan, Turkmenistan dan
Uzbekistan.
o Timur : Myanmar dan Laut Andaman.
o Selatan : Samudera Hindia.
o Barat : Iran dan Laut Arab
c. Asia Tengah
Asia Tengah merupakan suatu daerah yang keseluruhannya adalah bekas jajahan Russia dan tergabung dalam Commonwealth Independent of States (CIS), suatu organisasi yang diciptakan untuk menyatukan Negara-negara bekas jajahan Uni Soviet. Kawasan Asia Tengah merupakan satu-satunya kawasan di Asia yang tidak memiliki akses langsung ke laut lepas sehingga mereka tidak dapat berdagang melalui perairan.
Pada zaman dahulu, kawasan ini merupakan kawasan yang sangat makmur karena adanya jalan Sutera yang menghubungkan Asia dan Eropa sehingga banyak para pedagang yang melewati daerah ini untuk berdagang maupun beristirahat sehingga penduduk di kawasan ini pun memiliki sumber daya alam yang diperoleh dari perdagangan dengan bangsa asing dan dapat digunakan untuk memajukan peradaban mereka, seperti kertas, kayu, sutra, gandum, logam, kuda, rempah-rempah dan lain sebagainya. Namun sejak ditemukannya jalur perdagangan laut, kawasan ini pun mulai ditinggalkan dan menjadi sepi.
Danau-danau besar di kawasan ini adalah Danau Ural, Danau Kaspia dan Danau Balkasy. Hanya ada dua sungai yang mampu menyokong kebutuhan air penduduk di kawasan ini, yaitu Sungai Sir Darya dan Sungai Amo Darya. Agama yang dianut oleh sebagian besar bangsa-bangsa Asia Tengah adalah Islam, diikuti oleh Kristen yang menjadi agama minoritasnya. Gurun Karakorum (seluas 350.000 kilometer persegi) yang gersang pun ikut ‘menghiasi’ bentang alam kawasan yang terjepit kawasan lainnya yang luas. Gurun lainnya adalah gurun Kyzykum yang luasnya mencapai 298.000 kilometer persegi. Negara terbesar di Asia Tengah adalah Kazakstan (2.717.300 kilometer persegi) dan negara terkecilnya adalah Tajikistan (143.100 kilometer persegi). Batas-batas wilayah Asia Tengah adalah:
o Utara : Siberia.
o Barat : Russia dan Laut Kaspia.
o Selatan : Iran dan Afganistan.
o Timur : Republik Rakyat China.
Gambar di atas merupakan peta Asia Tengah.
d. Asia Timur
Asia Timur merupakan sebuah kawasan dimana masyarakatnya memiliki kebudayaan yang lebih maju daripada masyarakat di kawasan Asia lainnya sejak dahulu. Bentuk permukaan bumi kawasan ini didominasi oleh daratan tinggi hingga pegunungan dan hanya memiliki daratan rendah yang sempit di pesisir pantainya. Pulau tunggal di kawasan ini hanyalah Pulau Formosa (Taiwan) dan dua kepulauan yang menjadi negara, yaitu kepulauan Jepang dan kepulauan Hong Kong.
Lebih dari 1.500 juta jiwa, atau sekitar 40 persen seluruh penduduk Asia dan seperempat penduduk dunia tinggal di Asia Timur. Wilayah ini merupakan salah satu wilayah terpadat di dunia. Kepadatan penduduk Asia Timur, 230 jiwa per km², adalah lima kali rata-rata dunia.
Sejarah Asia Timur, dan juga beberapa bagian Asia Tenggara, banyak dipengaruhi oleh Tiongkok. Misalnya, seluruh negara-negara Asia Timur menggunakan aksara Tionghoa pada beberapa waktu dalam sejarah mereka. Daerah Tiongkok, Jepang, dan Korea memiliki sistem tulisan yang berhubungan.
Bangunan ternama dari kawasan ini adalah Tembok Raksasa China, Terakota dam Menara Porselen di Republik Rakyat Cina. Di daerah China pedalaman, terdapat gurun Taklamakan seluas 272.000 kilometer persegi yang tandus. Gurun tertinggi berada di Lembah Qaidam (2.600 m dari permukaan laut) sedangkan gurun terendah berada di Lembah Tupan atau Turfan (150 mmeter di bawah permukaan laut).Namun gurun Gobi (seluas 1.295.000 kilometer persegi) yang terletak di Manchuria tetap menjadi gurun tertandus dan terluas di Asia. Gurun Gobi juga menjadi gurun terdingin di dunia, yang pada malam hari, suhu di kawasan ini dapat mencapai -40°C.
Kawasan ini juga merupakan tempat munculnya agama Konghucu, Tao dan Shinto. Namun agama lain seperti Kristen, Katolik, Budha dan Islam pun juga dianut oleh masyarakat Asia Timur. Sungai besar yang turut menjadi tonggak kehidupan di kawasan Asia Timur daratan adalah sungai Yang-Tze-Kiang dan sungai Huang-Ho yang berada di kawasan RRC. Puncak tertinggi kawasan ini adalah gunung Gasherbrum I yang memiliki ketinggian 8.068 meter dari permukaan air laut. Negara terbesar di kawasan ini adalah Republik Rakyat China (9.600.000 kilometer persegi) dan Negara terkecilnya adalah Macau (29,5 kilometer persegi). Adapun batas-batas wilayah Asia Timur adalah:
o Utara : Siberia
o Timur : Samudera Paifik
o Barat : Kazakstan, Kirgiztan dan Tadzikistan.
o Selatan : India, Nepal, Bhutan, Myanmar, Laos, Vietnam,
Laut Cina Selatan dan Filipina.
Gambar di atas merupakan peta Asia Timur beserta sekitarnya. Ada pula aksara maupun bahasa asli dari setiap nama negara di kawasan tersebut.
e. Asia Tenggara
Nama untuk kawasan ini pertama kali dipakai pada abad ke-20. Sebelumnya Asia Tenggara dikenal dengan nama India Belakang (jika dibandingkan dengan anak benua India). Subkawasan Asia Tenggara terdiri dari sebelas negara, beberapa di antaranya berada di daratan utama (mainland), yang juga dikenal sebagai Asia Tenggara Daratan (Indocina) dan sebagian lagi seluruhnya merupakan kepulauan (Asia Tenggara Maritim), yang dikenal dengan istilah beragam, seperti Kepulauan Selatan (Nan Yang, Cina dan Vietnam), Kepulauan Melayu (Malay Archipelago menurut A.R. Wallace), Malayunesia (Logan), Indonesia (Logan dan Adolf Bastian), Hindia Timur (Oost-Indie, Belanda), Malaysia, Insulinde (oleh orang Hindia Belanda di awal abad ke-20), atau Nusantara (oleh masyarakat Indonesia). Agak menarik bahwa Semenanjung Malaya biasanya dimasukkan dalam wilayah kepulauan meskipun masih tersambung dengan benua Asia.
Kawasan ini bersatu dalam ASEAN (Association of South East Asian Nations) sejak 8 Agustus 1967 dengan diadakannya kesepakatan dalam Deklarasi Bangkok. Karena keadaan tanahnya yang subur, Iklimnya yang baik, letaknya yang strategis dan sumber daya alam yang tersimpan begitu banyak di bawah tanahnya, maka kawasan ini terlihat lebih baik daripada kawasan Asia lainnya. Kawasan ini berada pada 11 derajat lintang selatan hingga 28,5 derajat lintang utara dan 141 derajat bujur timur hingga 95 derajat bujur timur. Hal ini mengakibatkan hampir seluruh kawasan ini memiliki iklim tropis, hanya Myanmar bagian utara yang berada pada wilayah subtropis. Kawasan yang tergabung dalam ASEAN ini memiliki luas 4.512.802 kilometer persegi. Dalam keadaan alami, hampir seluruh kawasan Asia Tenggara diselimuti oleh hutan hujan tropis. Asia Tenggara dilalui oleh dua jalur pegunungan api dunia, yaitu Pegunungan Mediterania dan Pegunungan Sirkum Pasifik. Jalur Pegunungan Mediterania melalui Pegunungan Fatkai di perbatasan India-Myanmar, Pegunungan Arakan Yoma, Pegunungan Pantai Barat Sumatera, Pegunungan di pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara dan kepulauan Banda. Dan Pegunungan Sirkum Pasifik melalui pulau Papua, Maluku Utara dan Kepulauan Filipina.
Ada beberapa Negara yang berada di luar daratan utama Asia, yaitu Indonesia, Filipina, Brunei Darussalam, Singapura dan Malaysia bagian timur. Tujuh pulau terbesar yang dimiliki Asia Tenggara adalah pulau Kalimantan, Papua, Sumatra, Sulawesi, Jawa, Luzon dan Mindanao. Bangunan-bangunan kebudayaan ternama di kawasan ini adalah Borobudur, Prambanan dan Angkor Wat. Agama-agama yang dianut oleh masyarakat Asia Tenggara adalah Budha, Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Konghucu, Tao, Anglipayan/Anglikan, Animisme dan Dinamisme. Gunung tertinggi di kawasan ini adalah gunung Jaya Wijaya yang berketinggian 5.030 meter dari permukaan laut, terletak di pulau Papua, Indonesia. Negara terbesar di Asia Tenggara adalah Indonesia (1.096.240 kilometer persegi) dan Negara terkecilnya adalah Singapura (583 kilometer persegi). Dan batas-batas wilayah Asia Tenggara adalah:
o Utara : Republik Rakyat China, Taiwan dan Laut Cina
Selatan.
o Timur : Samudera Pasifik dan Papua Nugini.
o Selatan : Laut Arafura, Laut Timor dan Samudera Hindia.
o Barat : Samudera Hindia, Laut Andaman, Teluk Benggala,
Bangladesh dan India.
f. Asia Utara
Kawasan ini hanya dikuasai oleh satu negara, yaitu Siberia yang merupakan pecahan Rusia Timur atau Russia Asia, yang beribukota Moskow. Kawasan ini memiliki batas-batas wilayah, yaitu:
o Utara : Samudera Arktik.
o Selatan : Kazakstan, Mongolia, RRC, Korea Utara dan Jepang.
o Timur : Laut Bering.
o Barat : Russia Eropa.
Berikut ini merupakan daftar Negara-negara Asia dalam tabel.
| Nama region dan territoral dengan bendera | Luas (km²) | Populasi (1 July 2008 est.) | Kepadatan Penduduk (per km²) | Ibukota |
| Asia Tengah: |
| Kazakhstan | 2,724,927 | 15,666,533 | 5.7 | Astana |
| Kirgizstan | 198,500 | 5,356,869 | 24.3 | Bishkek |
| Tajikistan | 143,100 | 7,211,884 | 47.0 | Dushanbe |
| Turkmenistan | 488,100 | 5,179,573 | 9.6 | Ashgabat |
| Uzbekistan | 447,400 | 28,268,441 | 57.1 | Tashkent |
| Asia Timur: |
| China | 9,584,492 | 1,322,044,605 | 134.0 | Beijing |
| Hong Kong | 1,092 | 7,903,334 | 6,688.0 | Victoria |
| Makau | 25 | 460,823 | 18,473.3 | Makau |
| Jepang | 377,835 | 127,288,628 | 336.1 | Tokyo |
| Republik Cina | 35,980 | 22,920,946 | 626.7 | Taipei |
| Korea Utara | 120,540 | 23,479,095 | 184.4 | Pyongyang |
| Korea Selatan | 98,480 | 49,232,844 | 490.7 | Seoul |
| Mongolia | 1,565,000 | 2,996,082 | 1.7 | Ulan Bator |
| Asia Utara: |
| Rusia | 17,075,400 | 142,200,000 | 26.8 | Moscow |
| Asia Tenggara: |
| Brunei Darussalam | 5,770 | 381,371 | 60.8 | Bandar Seri Begawan |
| Myanmar | 678,500 | 47,758,224 | 62.3 | Naypyidaw |
| Kamboja | 181,035 | 13,388,910 | 74 | Phnom Penh |
| Timor Leste | 15,007 | 1,108,777 | 63.5 | Dili |
| Indonesia | 1,419,588 | 237,512,355 | 159.9 | Jakarta |
| Laos | 236,800 | 6,677,534 | 24.4 | Vientiane |
| Malaysia | 329,847 | 27,780,000 | 84.2 | Kuala Lumpur |
| Filipina | 300,000 | 92,681,453 | 281.8 | Manila |
| Singapura | 704 | 4,608,167 | 6,369.0 | Singapura |
| Thailand | 514,000 | 65,493,298 | 121.3 | Bangkok |
| Vietnam | 331,690 | 86,116,559 | 246.1 | Hanoi |
| Asia Selatan: |
| Afghanistan | 647,500 | 32,738,775 | 42.9 | Kabul |
| Bangladesh | 144,000 | 153,546,901 | 926.2 | Dhaka |
| Bhutan | 47,000 | 682,321 | 14.3 | Thimphu |
| India | 3,167,590 | 1,147,995,226 | 318.2 | New Delhi |
| Maladewa | 300 | 379,174 | 1,067.2 | Malé |
| Nepal | 140,800 | 29,519,114 | 183.8 | Kathmandu |
| Pakistan | 803,940 | 167,762,049 | 183.7 | Islamabad |
| Sri Lanka | 65,610 | 21,128,773 | 298.4 | Kolombo |
| Asia Barat: |
| Armenia | 29,800 | 2,968,586 | 111.7 | Yerevan |
| Azerbaijan | 46,870 | 3,845,127 | 82.0 | Baku |
| Bahrain | 665 | 718,306 | 987.1 | Manama |
| Siprus | 9,250 | 792,604 | 83.9 | Nicosia |
| Gaza | 363 | 1,537,269 | 3,315.7 | Gaza |
| Georgia | 20,460 | 4,630,841 | 99.3 | Tbilisi |
| Irak | 437,072 | 28,221,181 | 54.9 | Baghdad |
| Iran | 1,648,195 | 65,875,223 | 42 | Tehran |
| Israel | 20,770 | 7,112,359 | 290.3 | Yerusalem |
| Jordan | 92,300 | 6,198,677 | 57.5 | Amman |
| Kuwait | 17,820 | 2,596,561 | 118.5 | Kuwait City |
| Lebanon | 10,452 | 3,971,941 | 353.6 | Beirut |
| Oman | 212,460 | 3,311,640 | 12.8 | Muscat |
| Qatar | 11,437 | 928,635 | 69.4 | Doha |
| Arab Saudi | 1,960,582 | 23,513,330 | 12.0 | Riyadh |
| Suriah | 185,180 | 19,747,586 | 92.6 | Damascus |
| Turki | 756,768 | 71,892,807 | 76.5 | Ankara |
| Persatuan Emirat Arab | 82,880 | 4,621,399 | 29.5 | Abu Dhabi |
| Yaman | 527,970 | 23,013,376 | 35.4 | Sanaá |
| Total | 43,810,582 | 4,050,404,193 | 89.07 |
|
D. Bentang Alam
a. Iklim-Iklim Asia
Asia yang memiliki wilayah yang begitu luas ini juga memiliki berbagai macam iklim yang berbeda di setiap wilayahnya, seperti:
1. Tropis
a. Tropis Basah
Iklim tropis basah merupakan sebuah iklim yang berada pada daerah 23,5 derajat lintang selatan hingga 23,5 derajat lintang utara dan memiliki intensitas hujan yang cukup tinggi yang menyebabkan tingginya tingkat kelembaban daerahnya. Hal tersebut menyebabkan tumbuhnya hutan-hutan hujan tropis. Contoh Negara yang memiliki iklim ini adalah Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, Myanmar, Hong Kong, Kamboja, Laos, Vietnam, Brunei Darussalam, Filipina, Bangladesh, Srilanka dan Maladewa.
b. Tropis Kering
Iklim tropis kering merupakan wilayah yang memiliki daerah astronomis sama dengan iklim tropis basah namun perbedaannya adalah iklim tropis kering hanya memiliki intensitas hujan yang rendah dan cenderung berudara kering (tingkat kelembabannya rendah). Contoh Negara yang memiliki iklim ini adalah Yaman, Oman dan India.
2. Sub Tropis
Iklim sub tropis merupakan suatu jenis iklim yang berada pada 23,5 derajat lintang utara hingga 30 derajat lintang utara. Iklim ini merupakan peralihan antara iklim tropis dengan iklim sedang. Negara yang berada pada daerah ini adalah Nepal, Bhutan, Pakistan, Kuwait, Persatuan Emirat Arab, Arab Saudi, Qatar dan Bahrain.
3. Sedang
Iklim sedang merupakan suatu jenis iklim yang berada pada 30 derajat lintang utara hingga 60 derajat lintang utara. Kawasan iklim ini memiliki empat musim setiap tahunnya seperti musim panas, musim dingin, musim semi dan musim gugur. Namun iklim di setiap Negara juga ditentukan oleh letak geografisnya. Negara yang berada pada daerah ini adalah Taiwan, Jepang, Korea Selatan, Korea Utara, Republik Rakyat Cina, Mongolia, Kashmir, Afganistan, Kirgiztan, Tadzikistan, Kazakstan, Uzbekistan, Turmenistan, Iran, Irak, Suriah, Libanon, Siprus, Israel, Palestina dan Yordania.
4. Dingin
Iklim dingin merupakan iklim yang berada pada 60 derajat lintang utara hingga 90 derajat lintang utara. Siberia merupakan satu-satunya Negara yang berada dalam wilayah ini.
b. Flora dan Fauna Asia
Benua Asia yang sangat luas dengan berbagai jenis bentuk permukaan buminya dan iklimnya, memiliki berbagai jenis hewan dan tumbuhan. Berikut ini merupakan penjelasannya:
· Fauna
Asia memiliki berbagai macam hewan khas, di antaranya adalah:
Ø Panda, dari Republik Rakyat China.
Ø Beruang Siberia, dari Siberia.
Ø Burung Jalak Bali, dari pulau Bali, Indonesia.
Ø Merak, dari Asia Tenggara.
Ø Cicimpala Kuning, dari Sumatera, Indonesia.
Ø Burung Beo, dari kepulauan-kepulauan Asia Tenggara.
Ø Burung Kuau Besar, dari pulau Sumatera dan Kalimantan, Indonesia.
Ø Burung Kakak Tua, dari kepulauan Indonesia bagian Barat.
Ø Lembu, di seluruh penjuru Asia.
Ø Belida, dari pulau Sumatera, Indonesia.
Ø Beruang Madu, dari Asia Tenggara.
Ø Kerbau, dari Asia Timur dan Asia Tenggara.
Ø Badak, dari pulau Jawa, Indonesia.
Ø Burung Kepodang, dari pulau Jawa, Indonesia.
Ø Burung Perkutut, dari pulau Jawa, Indonesia.
Ø Komodo, dari Nusa Tenggara Timur, Indonesia.
Ø Bekantan, dari pulau Kalimantan, Indonesia.
Ø Burung Punai, dari pulau Kalimantan, Indonesia.
Ø Tangkasi, dari pulau Sulawesi, Indonesia.
Ø Anoa, dari pulau Sulawesi, Indonesia.
Ø Burung Maleo, dari pulau Sulawesi, Indonesia.
Ø Tapir, dari pulau Sulawesi, Indonesia.
Ø Burung Bidadari, dari kepulauan Maluku Utara, Indonesia.
Ø Burung Nuri Raja, dari kepulauan Maluku, Indonsia.
Ø Kuskus, dari kepuauan Maluku, Indonesia.
· Flora
Asia memiliki berbagai macam tumbuhan khas, di antaranya adalah:
Ø Raflessia Arnoldi dari Sumatera, Indonesia.
Ø Kembang Sepatu dari semenanjung Malaya, Malaysia.
Ø Bunga Sakura dari Jepang.
Ø Gingseng dari semenanjung Korea.
Ø Bungong Jeumpa dari Sumatera, Indonesia.
Ø Bungong Kenanga dari Sumatera, Indonesia.
Ø Pohon Andalas dari Sumatera, Indonesia.
Ø Pinang Merah dari Kepulauan Riau, Indonesia
c. Sumber Daya Alam
Sumber Daya Alam Asia terbagi menjadi dua bagian, yaitu:
· Sumber Daya Alam Tambang
Benua yang memiliki berbagai bentuk dan unsur permukaan bumi ini menghasilkan berbagai barang tambang seperti:
Ø Bijih Besi, penghasil utamanya adalah Republik Rakyat China.
Ø Timah, penghasil utamanya adalah Malaysia.
Ø Minyak Bumi, penghasil utamanya adalah Arab Saudi.
Ø Emas, penghasil utamanya adalah Republik Rakyat China.
Ø Zink, penghasil utamanya adalah Republik Rakyat China.
Ø Batu Arang, penghasil utamanya Republik Rakyat China.
· Sumber Daya Alam Pertanian dan Peternakan
Asia merupakan benua yang sangat mengandalkan pertanian. Berikut ini merupakan hasil pertanian Asia.
Ø Gingseng, penghasil utamanya adalah Korea Selatan.
Ø Tembakau, penghasil utamanya adalah Republik Rakyat China.
Ø Beras, penghasil utamanya adalah Republik Rakyat China.
Ø Karet, penghasil utamanya adalah Malaysia.
Dan berikut ini merupakan hasil peternakan (sekaligus hasil laut) Asia.
Ø Daging, penghasil utamanya adalah Republik Rakyat China.
Ø Telur, penghasil utamanya adalah Republik Rakyat China.
Ø Ikan, penghasil utamanya adalah Jepang.
Ø Hiu, penghasil utamanya adalah Indonesia.
d. Bentuk Permukaan Bumi
Permukaan Bumi Asia terdiri dari daratan utama Asia dan kepulauan di sekitarnya. Daratan utama Asia didominasi oleh daratan tinggi dan pegunungan. Daratan rendah di kawasan ini hanya berada pada lembah-lembah sungai besar (seperti lembah sungai Tigris-Efrat (Mesopotamia), sungai Gangga, sungai Yang Tze Kiang, sungai Huang Ho, sungai Mehkong)), sepanjang pesisir pantai dan Asia Utara. Lembah-lembah sungai tersebut juga telah menjadi pusat-pusat peradaban bangsa-bangsa Asia semenjak zaman purba. Sementara daerah kepulauan di sekitar benua ini menjadi tujuh negara kepulauan.
Asia juga dilalui oleh dua jalur pegunungan raksasa, yaitu Pegunungan Mediterania dan Pegunungan Sirkum Pasifik. Pegunungan Mediterania melewati 11 negara Asia, di antaranya adalah Iran, Afghanistan, Kashmir, India, Nepal, Bhutan, Republik Rakyat China, Myanmar dan Indonesia. Sementara Pegunungan Sirkum Pasifik hanya melewati 5 negara Asia, di antaranya adalah Indonesia, Filipina, Taiwan, Jepang dan Siberia. Negara-negara yang dilalui oleh kedua jalur pegunungan ini merupakan daerah-daerah yang rawan gempa bumi dan gunung api.
Lempeng-lempeng yang menjadi dasar daratan benua Asia di antaranya adalah lempeng Eurasia (lempeng terbesar), Lempeng Filipina, lempeng Indo-Australia, lempeng Iran dan Lempeng Arab. Di setiap perbatasan lempeng ini sering terjadi gempa bumi dan tsunami. Bahkan pegunungan tinggi seperti pegunungan Himalaya merupakan pegunungan hasil penabrakan lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia, yang juga menyatukan Semenanjung India dengan benua Asia karena pada awalnya semenanjung India merupakan daratan yang terpisah dari benua Gondwana pada ratusan juta tahun yang lalu, yang pergerakannya mencapai 4 hingga 14 centimeter per tahun ke arah timur laut.
Iklim yang berbeda di setiap wilayahnya menumbuhkan bioma-bioma yang beragam di benua ini, yaitu hutan hujan tropis, hutan tropis, gurun, stepa, sabana dan tundra.
Berikut ini adalah beberapa bentang alam yang paling dikenal oleh masyarakat mancanegara, bahkan di antaranya dikenal sebagai ciri khas Asia.
1) Pulau Terbesar di Asia adalah:
a) Kalimantan 745.561 kilometer persegi Indonesia, Malaysia
dan Brunei Darussalam
b) Sumatera 473.606 kilometer persegi Indonesia
c) Honshu 230.414 kilometer persegi Jepang
d) Sulawesi 212.199 kilometer persegi Indonesia
e) Jawa 150.461 kilometer persegi Indonesia
2) Gunung Api Teraktif di Asia adalah:
a) Gunung Api Bromo 2329 meter Indonesia
b) Gunung Api Hallasan 1950 meter Korea Selatan
c) Gunung Api Aso Jepang
d) Gunung Api Pinatubo Filipina
e) Gunung Api Fujiyama Jepang
3) Laut Terbesar di Asia adalah:
a) Laut China Selatan 2.590.000 kilometer persegi
b) Laut Okhostk 1.528.000 kilometer persegi
c) Laut China Timur 1.248.000 kilometer persegi
d) Laut Jepang 1.008.000 kilometer persegi
e) Laut Andaman 565.000 kilometer persegi
4) Danau Terluas di Asia adalah:
a) Danau Kaspia 372.000 kilometer persegi
b) Danau Baykal 31.500 kilometer persegi
c) Danau Aral 59.596 kilometer persegi
d) Danau Balkhash 18.428 kilometer persegi
5) Lima Gunung Tertinggi di Asia:
a) Gunung Everest 8.848 meter Nepal
b) Gunung Godwin-Austen 8.611 meter Kashmir
c) Gunung Kangchenjunga 8.603 meter Nepal
d) Gunung Lhotse 8.501 meter Nepal
e) Gunung Makalu 8.470 meter Nepal
6) Gurun-Gurun di Asia:
a) Gurun Gobi 1.295.000 Manchuria
b) Rub al-Khali 777.000 Arab Saudi
c) Karakorum 284.000 Siberia
d) Thar 259.000 India
e) Dashti Kavir 77.700 Iran
7) Sungai Terpanjang di Asia:
a) Yang Tze Kiang 6.300 kilometer Republik Rakyat China
b) Ob-Irlisyh 5.570 kilometer Siberia
c) Huang Ho 5.460 kilometer Republik Rakyat China
d) Mehkong 4.425 kilometer Republik Rakyat China
dan kawasan Indochina
e) Amur 4.410 kilometer Siberia
8) Pegunungan terbesar di Asia
a) Pegunungan Himalaya Asia Timur-Asia Selatan
b) Pegunungan Hindukush Pakistan
c) Pegunungan Taurus Turki
d) Pegunungan Zagros Iran
e) Pegunungan Karakorum Asia Tengah
f) Pegunungan Altay Republik Rakyat Cina
g) Pegunungan Kunlun Republik Rakyat Cina
h) Pegunungan Arakan Yoma Myanmar
i) Pegunungan Bukit Barisan Indonesia
j) Pegunungan Jaya Wijaya Indonesia
k) Pegunungan Sulaiman Afganistan
l) Pegunungan Ghast India
9) Dataran tinggi di Asia
a) Dataran Tinggi Tibet Republik Rakyat Cina
b) Dataran Tinggi Dekkan India
c) Dataran Tinggi Anatolli Turki
d) Dataran Tinggi Mongolia Mongolia
e) Dataran Tinggi Afghanistan Afganistan
f) Dataran Tinggi Siberia Siberia
Bangunan-Bangunan Kebudayaan Kuno Ternama di Asia
1. Borobudur
Borobudur adalah nama sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Lokasi candi adalah kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Candi ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Dalam etnis Tionghoa, candi ini disebut juga 婆羅浮屠 (Hanyu Pinyin: pó luó fú tú) dalam bahasa Mandarin.
Banyak teori yang berusaha menjelaskan nama candi ini. Salah satunya menyatakan bahwa nama ini kemungkinan berasal dari kata Sambharabhudhara, yaitu artinya "gunung" (bhudara) di mana di lereng-lerengnya terletak teras-teras. Selain itu terdapat beberapa etimologi rakyat lainnya. Misalkan kata borobudur berasal dari ucapan "para Buddha" yang karena pergeseran bunyi menjadi borobudur. Penjelasan lain ialah bahwa nama ini berasal dari dua kata "bara" dan "beduhur". Kata bara konon berasal dari kata vihara, sementara ada pula penjelasan lain di mana bara berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya kompleks candi atau biara dan beduhur artinya ialah "tinggi", atau mengingatkan dalam bahasa Bali yang berarti "di atas". Jadi maksudnya ialah sebuah biara atau asrama yang berada di tanah tinggi.
Sejarawan J.G. de Casparis dalam disertasinya untuk mendapatkan gelar doktor pada 1950 berpendapat bahwa Borobudur adalah tempat pemujaan. Berdasarkan prasasti Karangtengah dan Kahulunan, Casparis memperkirakan pendiri Borobudur adalah raja Mataram dari wangsa Syailendra bernama Samaratungga, yang melakukan pembangunan sekitar tahun 824 M. Bangunan raksasa itu baru dapat diselesaikan pada masa putrinya, Ratu Pramudawardhani. Pembangunan Borobudur diperkirakan memakan waktu setengah abad. Dalam prasasti Karangtengah pula disebutkan mengenai penganugerahan tanah sima (tanah bebas pajak) oleh Çrī Kahulunan (Pramudawardhani) untuk memelihara Kamūlān yang disebut Bhūmisambhāra. [1] Istilah Kamūlān sendiri berasal dari kata mula yang berarti tempat asal muasal, bangunan suci untuk memuliakan leluhur, kemungkinan leluhur dari wangsa Sailendra. Casparis memperkirakan bahwa Bhūmi Sambhāra Bhudhāra dalam bahasa sansekerta yang berarti "Bukit himpunan kebajikan sepuluh tingkatan boddhisattwa", adalah nama asli Borobudur.
Candi Borobudur memiliki struktur dasar punden berundak, dengan enam pelataran berbentuk bujur sangkar, tiga pelataran berbentuk bundar melingkar dan sebuah stupa utama sebagai puncaknya. Selain itu tersebar di semua pelatarannya beberapa stupa.
Sepuluh pelataran yang dimiliki Borobudur menggambarkan secara jelas filsafat mazhab Mahayana. Bagaikan sebuah kitab, Borobudur menggambarkan sepuluh tingkatan Bodhisattva yang harus dilalui untuk mencapai kesempurnaan menjadi Buddha.
Bagian kaki Borobudur melambangkan Kamadhatu, yaitu dunia yang masih dikuasai oleh kama atau "nafsu rendah". Bagian ini sebagian besar tertutup oleh tumpukan batu yang diduga dibuat untuk memperkuat konstruksi candi. Pada bagian yang tertutup struktur tambahan ini terdapat 120 panel cerita Kammawibhangga. Sebagian kecil struktur tambahan itu disisihkan sehingga orang masih dapat melihat relief pada bagian ini.
Empat lantai dengan dinding berelief di atasnya oleh para ahli dinamakan Rupadhatu. Lantainya berbentuk persegi. Rupadhatu adalah dunia yang sudah dapat membebaskan diri dari nafsu, tetapi masih terikat oleh rupa dan bentuk. Tingkatan ini melambangkan alam antara yakni, antara alam bawah dan alam atas. Pada bagian Rupadhatu ini patung-patung Buddha terdapat pada ceruk-ceruk dinding di atas ballustrade atau selasar.
Mulai lantai kelima hingga ketujuh dindingnya tidak berelief. Tingkatan ini dinamakan Arupadhatu (yang berarti tidak berupa atau tidak berwujud). Denah lantai berbentuk lingkaran. Tingkatan ini melambangkan alam atas, di mana manusia sudah bebas dari segala keinginan dan ikatan bentuk dan rupa, namun belum mencapai nirwana. Patung-patung Buddha ditempatkan di dalam stupa yang ditutup berlubang-lubang seperti dalam kurungan. Dari luar patung-patung itu masih tampak samar-samar.
Tingkatan tertinggi yang menggambarkan ketiadaan wujud dilambangkan berupa stupa yang terbesar dan tertinggi. Stupa digambarkan polos tanpa lubang-lubang. Di dalam stupa terbesar ini pernah ditemukan patung Buddha yang tidak sempurna atau disebut juga unfinished Buddha, yang disalahsangkakan sebagai patung Adibuddha, padahal melalui penelitian lebih lanjut tidak pernah ada patung pada stupa utama, patung yang tidak selesai itu merupakan kesalahan pemahatnya pada zaman dahulu. menurut kepercayaan patung yang salah dalam proses pembuatannya memang tidak boleh dirusak. Penggalian arkeologi yang dilakukan di halaman candi ini menemukan banyak patung seperti ini.
Di masa lalu, beberapa patung Buddha bersama dengan 30 batu dengan relief, dua patung singa, beberapa batu berbentuk kala, tangga dan gerbang dikirimkan kepada Raja Thailand, Chulalongkorn yang mengunjungi Hindia Belanda (kini Indonesia) pada tahun 1896 sebagai hadiah dari pemerintah Hindia Belanda ketika itu.
Borobudur tidak memiliki ruang-ruang pemujaan seperti candi-candi lain. Yang ada ialah lorong-lorong panjang yang merupakan jalan sempit. Lorong-lorong dibatasi dinding mengelilingi candi tingkat demi tingkat. Di lorong-lorong inilah umat Buddha diperkirakan melakukan upacara berjalan kaki mengelilingi candi ke arah kanan. Bentuk bangunan tanpa ruangan dan struktur bertingkat-tingkat ini diduga merupakan perkembangan dari bentuk punden berundak, yang merupakan bentuk arsitektur asli dari masa prasejarah Indonesia.
Struktur Borobudur bila dilihat dari atas membentuk struktur Mandala.
Struktur Borobudur tidak memakai semen sama sekali, melainkan sistem interlock yaitu seperti balok-balok Lego yang bisa menempel tanpa lem.
Di setiap tingkatan dipahat relief-relief pada dinding candi. Relief-relief ini dibaca sesuai arah jarum jam atau disebut mapradaksina dalam bahasa Jawa Kuna yang berasal dari bahasa Sansekerta daksina yang artinya ialah timur. Relief-relief ini bermacam-macam isi ceritanya, antara lain relief-relief cerita jātaka.
Pembacaan cerita-cerita relief ini senantiasa dimulai, dan berakhir pada pintu gerbang sisi timur di setiap tingkatnya, mulainya di sebelah kiri dan berakhir di sebelah kanan pintu gerbang itu. Maka secara nyata bahwa sebelah timur adalah tangga naik yang sesungguhnya (utama) dan menuju puncak candi, artinya bahwa candi menghadap ke timur meskipun sisi-sisi lainnya serupa benar.
Adapun susunan dan pembagian relief cerita pada dinding dan pagar langkan candi adalah sebagai berikut.
| Tingkat | Posisi/letak | Cerita Relief | Jumlah Pigura |
| Kaki candi asli | - ----- | Karmawibhangga | 160 pigura |
| Tingkat I | - dinding | a. Lalitawistara | 120 pigura |
| ------- | - ----- | b. jataka/awadana | 120 pigura |
| ------- | - langkan | a. jataka/awadana | 372 pigura |
| ------- | - ----- | b. jataka/awadana | 128 pigura |
| Tingkat II | - dinding | Gandawyuha | 128 pigura |
| -------- | - langkan | jataka/awadana | 100 pigura |
| Tingkat III | - dinding | Gandawyuha | 88 pigura |
| -------- | - langkan | Gandawyuha | 88 pigura |
| Tingkat IV | - dinding | Gandawyuha | 84 pigura |
| -------- | - langkan | Gandawyuha | 72 pigura |
| -------- | Jumlah | -------- | 1460 pigura |
Secara runtutan, maka cerita pada relief candi secara singkat bermakna sebagai berikut :
a. Karmawibhangga
Salah satu ukiran Karmawibhangga di dinding candi Borobudur (lantai 0 sudut tenggara)
Sesuai dengan makna simbolis pada kaki candi, relief yang menghiasi dinding batur yang terselubung tersebut menggambarkan hukum karma. Deretan relief tersebut bukan merupakan cerita seri (serial), tetapi pada setiap pigura menggambarkan suatu cerita yang mempunyai korelasi sebab akibat. Relief tersebut tidak saja memberi gambaran terhadap perbuatan tercela manusia disertai dengan hukuman yang akan diperolehnya, tetapi juga perbuatan baik manusia dan pahala. Secara keseluruhan merupakan penggambaran kehidupan manusia dalam lingkaran lahir - hidup - mati (samsara) yang tidak pernah berakhir, dan oleh agama Buddha rantai tersebutlah yang akan diakhiri untuk menuju kesempurnaan.
b. Lalitawistara
Merupakan penggambaran riwayat Sang Buddha dalam deretan relief-relief (tetapi bukan merupakan riwayat yang lengkap ) yang dimulai dari turunnya Sang Buddha dari sorga Tusita, dan berakhir dengan wejangan pertama di Taman Rusa dekat kota Banaras. Relief ini berderet dari tangga pada sisi sebelah selatan, setelah melampui deretan relief sebanyak 27 pigura yang dimulai dari tangga sisi timur. Ke-27 pigura tersebut menggambarkan kesibukan, baik di sorga maupun di dunia, sebagai persiapan untuk menyambut hadirnya penjelmaan terakhir Sang Bodhisattwa selaku calon Buddha. Relief tersebut menggambarkan lahirnya Sang Buddha di arcapada ini sebagai Pangeran Siddhartha, putra Raja Suddhodana dan Permaisuri Maya dari Negeri Kapilawastu. Relief tersebut berjumlah 120 pigura, yang berakhir dengan wejangan pertama, yang secara simbolis dinyatakan sebagai Pemutaran Roda Dharma, ajaran Sang Buddha di sebut dharma yang juga berarti "hukum", sedangkan dharma dilambangkan sebagai roda.
c. Jataka dan Awadana
Jataka adalah cerita tentang Sang Buddha sebelum dilahirkan sebagai Pangeran Siddharta. Isinya merupakan pokok penonjolan perbuatan baik, yang membedakan Sang Bodhisattwa dari makhluk lain manapun juga. Sesungguhnya, pengumpulan jasa/perbuatan baik merupakan tahapan persiapan dalam usaha menuju ketingkat ke-Buddha-an.
Sedangkan Awadana, pada dasarnya hampir sama dengan Jataka akan tetapi pelakunya bukan Sang Bodhisattwa, melainkan orang lain dan ceritanya dihimpun dalam kitab Diwyawadana yang berarti perbuatan mulia kedewaan, dan kitab Awadanasataka atau seratus cerita Awadana. Pada relief candi Borobudur jataka dan awadana, diperlakukan sama, artinya keduanya terdapat dalam deretan yang sama tanpa dibedakan. Himpunan yang paling terkenal dari kehidupan Sang Bodhisattwa adalah Jatakamala atau untaian cerita Jataka, karya penyair Aryasura dan jang hidup dalam abad ke-4 Masehi.
d. Gandawyuha
Merupakan deretan relief menghiasi dinding lorong ke-2,adalah cerita Sudhana yang berkelana tanpa mengenal lelah dalam usahanya mencari Pengetahuan Tertinggi tentang Kebenaran Sejati oleh Sudhana. Penggambarannya dalam 460 pigura didasarkan pada kitab suci Buddha Mahayana yang berjudul Gandawyuha, dan untuk bagian penutupnya berdasarkan cerita kitab lainnya yaitu Bhadracari.
Selain wujud buddha dalam kosmologi buddhis yang terukir di dinding, di Borobudur terdapat banyak arca buddha duduk bersila dalam posisi lotus serta menampilkan mudra atau sikap tangan simbolis tertentu.
Patung buddha dalam relung-relung di tingkat Rupadhatu, diatur berdasarkan barisan di sisi luar pagar langkan. Jumlahnya semakin berkurang pada sisi atasnya. Barisan pagar langkan pertama terdiri dari 104 relung, baris kedua 104 relung, baris ketiga 88 relung , baris keempat 72 relung, dan baris kelima 64 relung. Jumlah total terdapat 432 arca Buddha di tingkat Rupadhatu.[3] Pada bagian Arupadhatu (tiga pelataran melingkar), arca Buddha diletakkan di dalam stupa-stupa berterawang (berlubang). Pada pelataran melingkar pertama terdapat 32 stupa, pelataran kedua 24 stupa, dan pelataran ketiga terdapat 16 stupa, semuanya total 72 stupa. Dari jumlah asli sebanyak 504 arca Buddha, lebih dari 300 telah rusak (kebanyakan tanpa kepala) dan 43 hilang (sejak penemuan monumen ini, kepala buddha sering dicuri sebagai barang koleksi, kebanyakan oleh museum luar negeri).
Secara sepintas semua arca buddha ini terlihat serupa, akan tetapi terdapat perbedaan halus diantaranya, yaitu pada mudra atau posisi sikap tangan. Terdapat lima golongan mudra: Utara, Timur, Selatan, Barat, dan Tengah, kesemuanya berdasarkan lima arah utama kompas menurut ajaran Mahayana. Keempat pagar langkan memiliki empat mudra: Utara, Timur, Selatan, dan Barat, dimana masing-masing arca buddha yang menghadap arah tersebut menampilkan mudra yang khas. Arca Buddha pada pagar langkan kelima dan arca buddha di dalam 72 stupa berterawang di pelataran atas menampilkan mudra: Tengah atau Pusat. Masing-masing mudra melambangkan lima Dhyani Buddha; masing-masing dengan makna simbolisnya tersendiri.
Berikut ini adalah proses pembuatan candi Borobudur:
· Tahap pertama
Masa pembangunan Borobudur tidak diketahui pasti (diperkirakan antara 750 dan 850 M). Pada awalnya dibangun tata susun bertingkat. Sepertinya dirancang sebagai piramida berundak. tetapi kemudian diubah. Sebagai bukti ada tata susun yang dibongkar.
· Tahap kedua
Pondasi Borobudur diperlebar, ditambah dengan dua undak persegi dan satu undak lingkaran yang langsung diberikan stupa induk besar.
· Tahap ketiga
Undak atas lingkaran dengan stupa induk besar dibongkar dan dihilangkan dan diganti tiga undak lingkaran. Stupa-stupa dibangun pada puncak undak-undak ini dengan satu stupa besar di tengahnya.
· Tahap keempat
Ada perubahan kecil seperti pembuatan relief perubahan tangga dan lengkung atas pintu.
Berikut ini merupakan Ikhtisar waktu proses pemugaran Candi Borobudur:
· 1814 - Sir Thomas Stamford Raffles, Gubernur Jenderal Britania Raya di Jawa, mendengar adanya penemuan benda purbakala di desa Borobudur. Raffles memerintahkan H.C. Cornelius untuk menyelidiki lokasi penemuan, berupa bukit yang dipenuhi semak belukar.
· 1873 - monografi pertama tentang candi diterbitkan.
· 1900 - pemerintahan Hindia Belanda menetapkan sebuah panitia pemugaran dan perawatan candi Borobudur.
· 1907 - Theodoor van Erp memimpin pemugaran hingga tahun 1911.
· 1926 - Borobudur dipugar kembali, tapi terhenti pada tahun 1940 akibat krisis malaise dan Perang Dunia II.
· 1956 - Pemerintah Indonesia meminta bantuan UNESCO. Prof. Dr. C. Coremans datang ke Indonesia dari Belgia untuk meneliti sebab-sebab kerusakan Borobudur.
· 1963 - Pemerintah Indonesia mengeluarkan surat keputusan untuk memugar Borobudur, tapi berantakan setelah terjadi peristiwa G-30-S.
· 1968 - Pada konferensi-15 di Perancis, UNESCO setuju untuk memberi bantuan untuk menyelamatkan Borobudur.
· 1971 - Pemerintah Indonesia membentuk badan pemugaran Borobudur yang diketuai Prof.Ir.Roosseno.
Batu peringatan pemugaran candi Borobudur dengan bantuan UNESCO
· 1972 - International Consultative Committee dibentuk dengan melibatkan berbagai negara dan Roosseno sebagai ketuanya. Komite yang disponsori UNESCO menyediakan 5 juta dolar Amerika Serikat dari biaya pemugaran 7.750 juta dolar Amerika Serikat. Sisanya ditanggung Indonesia.
· 10 Agustus 1973 - Presiden Soeharto meresmikan dimulainya pemugaran Borobudur; pemugaran selesai pada tahun 1984
· 21 Januari 1985 - terjadi serangan bom yang merusakkan beberapa stupa pada Candi Borobudur yang kemudian segera diperbaiki kembali. Serangan dilakukan oleh kelompok Islam ekstremis yang dipimpin oleh Husein Ali Al Habsyi.
· 1991 - Borobudur ditetapkan sebagai Warisan Dunia UNESCO.
2. Tembok Raksasa Cina
Tembok Raksasa Cina atau Tembok Besar Cina (hanzi tradisional: 長城; hanzi sederhana: 长城; pinyin: Chángchéng), juga dikenal di Cina dengan nama Tembok Sepanjang 10.000 Li¹ (萬里長城; 万里长城; Wànlĭ Chángchéng) merupakan bangunan terpanjang yang pernah dibuat manusia, terletak di Republik Rakyat Cina.
Panjang tembok 6.400 kilometer (dari kawasan Sanhai di timur hingga Lop Nur di sebelah barat) dan tingginya 8 meter.
Lebar bagian atasnya 5 m, sedangkan lebar bagian bawahnya 8 m. Setiap 180-270 m dibuat semacam menara pengintai. Tinggi menara pengintai tersebut 11-12 m.
Untuk membuat tembok raksasa ini, diperlukan waktu ratusan tahun di zaman berbagai dinasti.[2] Semula, diperkirakan Qin Shi-huang yang memulai pembangunan tembok itu, namun menurut penelitian dan catatan literatur sejarah, tembok itu telah dibuat sebelum Dinasti Qin berdiri, tepatnya dibangun pertama kali pada Zaman Negara-negara Berperang. Kaisar Qin Shi-huang meneruskan pembangunan dan pengokohan tembok yang telah dibangun sebelumnya.
Sepeninggal Qin Shi-huang, pembuatan tembok ini sempat terhenti dan baru dilanjutkan kembali di zaman Dinasti Sui, terakhir dilanjutkan lagi di zaman Dinasti Ming. Bentuk tembok raksasa yang sekarang kita lihat adalah hasil pembangunan dari zaman Ming tadi. Bagian dalam tembok berisi tanah yang bercampur dengan bata dan batu-batuan. Bagian atasnya dibuat jalan utama untuk pasukan berkuda Cina.
Tembok Raksasa Cina dianggap sebagai salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia. Pada tahun 1987, bangunan ini dimasukkan dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO.
Pandangan bahwa Tembok Rasasa Cina merupakan bangunan kokoh dan besar tidak benar sepenuhnya, walapun beberapa bagian tembok yang didirikan oleh dinasti-dinasti kuno dianggap memiliki arsitektur megah dan mewakili tujuh keajaiban dunia.
Menurut catatan sejarah, setelah tembok panjang dibangun oleh Ming barulah dikenal istilah "changcheng" ("tembok besar" atau "tembok panjang"). Sebelumnya istilah tersebut tidak ditemukan.
Istilah Tembok Raksasa Cina dalam Bahasa Mandarin adalah "wanli changcheng", bermakna "tembok yang panjangnya 10 ribu li". Pada masa sekarang istilah ini resmi digunakan.
Pemberian nama tembok dengan "panjang 10.000 li" telah menjadi kepercayaan bersifat nasional yang sudah tertanam dalam pikiran orang Cina yang mempercayai bahwa tembok tersebut "benar-benar sangat panjang".
Nyatanya, bagian-bagian yang dianggap populer dan "panjang" sebagai gambaran tembok besar hanyalah sebagian kecil yang diketahui, yaitu situs-situs yang dilestarikan sebagai situs UNESCO secara terpisah-pisah mulai tahun 1987.
Alasan-alasan mengapa tembok besar Cina didirikan masih menjadi perdebatan. Sejarahnya, pembangunan tembok adalah salah satu bagian terpenting dalam sejarah arsitektur bangsa Cina, yakni untuk membatasi wilayah-wilayah perkotaan dan perumahan. Berbagai teori mengapa tembok besar didirikan antara lain sebagai benteng pertahanan, batas kepemilikan lahan, penanda perbatasan dan jalur komunikasi untuk menyampaikan pesan. Bahkan, dalam penemuan prasasti tembok tembok besar di Shaanxi yang berangka tahun 1589 (pemerintahan Kaisar Jiajing) disebutkan tembok besar didirikan untuk mencegah penebangan hutan.
Berbagai teori sejarawan mengenai awal pembangunan tembok besar semakin panjang ke belakang dan bertentangan dengan sejarawan lain.
Berdasarkan penemuan situs tembok batu bata kuno pada tahun 2002 sepanjang 800 km di sepanjang kabupaten Lushan, Yexian, Fangcheng dan Nanchao, provinsi Henan barat daya, pembangunan strukutur awal diperkirakan dimulai pada masa Raja Zhuang (berkuasa 613-591 BCE) kerajaan Chu Selatan, 4 abad sebelum Qin Shihuang.
Beberapa tahun belakangan mulai ditemukan beberapa bagian tembok di wilayah-wilayah Cina yang tak terjangkau. Pada tahun 1998, ditemukan situs tembok dekat salah satu jalur sutra di antara provinsi Gansu dan Xinjiang. Tembok-tembok yang dibangun dari tanah berpasir kuning dan ranting-ranting Eucalyptus marginata tersebut memiliki panjang 500 km, termasuk benteng pertahanan kokoh. Penemuan ini menambah panjang tembok besar menjadi 2.700 km.
Di gurun-gurun pasir di Daerah Otonomi Ningxia Hui yang sering berpindah-pindah, juga telah membuka bagian-bagian tembok dan benteng konstruksi Ming.
Penemuan prasasti yang berisi ukiran tulisan di berbagai wilayah Cina di sekitar tembok menjadi sumber sejarah tertulis penting tentang dokumentasi pembangunan Tembok Raksasa Cina. Prasasti paling awal adalah inskripsi Dinasti Qi Utara (550-577). Prasasti Dinasti Ming banyak ditemukan di Beijing dan provinsi Hebei, namun terancam rusak atau hilang karena hujan, angin, erosi dan kerusakan lingkungan.
Pada tahun 2009, Badan Survei dan Pemetaan dan Badan Administrasi Warisan Budaya Republik Rakyat Cina melakukan penelitian untuk menghitung ulang panjang Tembok Besar Cina. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tembok Raksasa Cina lebih panjang daripada rentang yang saat ini diketahui. Menurut pengukuran, panjang keseluruhan tembok mencapai 8.850 km. Proyek tersebut juga telah menemukan bagian-bagian tembok lain yang panjangnya 359 km, parit sepanjang 2232 km, serta pembatas alami seperti perbukitan dan sungai sepanjang 2232 km. Rentang rata-rata Tembok Raksasa Cina adalah 5000 km, umumnya dikutip dari berbagai catatan sejarah.
Dalam penelitian itu, teknologi GPS dan infra merah yang digunakan dapat membantu mendeteksi beberapa bagian yang terkubur akibat badai pasir. Bagian-bagian baru yang ditemukan adalah hasil konstruksi pada masa Dinasti Ming (1368-1644) yang membentang dari Pegunungan Hu di provinsi Liaoning bagian utara sampai Celah Jiayu di barat provinsi Gansu. Proyek ini juga memetakan bagian-bagian tembok yang didirikan pada zaman Qin (221-206 SM) dan Han (206 SM-9M).
Studi Tembok Raksasa (Changchengxue) adalah cabang sejarah Cina yang masih baru untuk mempelajari sejarah tembok-tembok kuno Cina namun menarik perhatian banyak arkeolog dan peneliti muda.
Proyek-proyek renovasi telah dilakukan oleh pemerintah Republik Rakyat Cina guna memperbaiki beberapa kerusakan yang sebagian besar diakibatkan pembangunan infrastruktur yang serampangan, pencurian artefak batu inskripsi dan bagian-bagian tembok dan perbaikan yang dilakukan sembarangan.
Laporan konservasi pada awal tahun 2004 melaporkan bahwa hanya 1/3 dari panjang 6.350 km tembok yang sekarang masih terpelihara, membuat rentang tembok "semakin pendek". Banyak warga di sekitar situs-situs kuno tidak mengetahui mereka tinggal berdekatan karena pandangan mengenai tembok raksasa merupakan benteng arsitektur Ming yang kokoh, namun sebenarnya kondisi Tembok Besar Cina tidak seragam. Penduduk sekitar menggunakan batu bata tembok besar untuk membangun rumah dan kandang hewan ternak.
Tembok yang berada di luar Beijing merupakan bagian yang paling terancam, seperti di provinsi Shaanxi dan Ningxia. Dari 2.000 km rentang tembok di provinsi Shaanxi, 1/3 dari 850 km dari struktur Ming telah lenyap karena aktivitas pembangunan infrastruktur dan industri. Sebanyak 40 lobang tembok ditembus oleh jalan untuk kendaraan.
Sementara itu, tembok besar di Daerah Otonomi Ningxia Hui yang memiliki panjang 1500 km yang didirikan dari berbagai periode mulai dari Zaman Negara Berperang, Dinasti Qin, Dinasti Han Han, Dinasti Sui dan Dinasti Ming merupakan bagian yang rentan perusakan seperti dibobol untuk jalur kendaraan dan erosi.
3. Angkor Wat
Angkor Wat adalah sebuah kuil atau candi yang terletak di kota Angkor, Kamboja, dan dianggap sebagai salah satu dari keajaiban dunia. Ia dibangun oleh Raja Suryavarman II pada pertengahan abad ke-12. Pembangunan kuil Angkor Wat memakan waktu selama 30 tahun. Angkor Wat terletak di dataran Angkor yang juga dipenuhi bangunan kuil yang indah, tetapi Angkor Wat merupakan kuil yang paling terkenal di dataran Angkor. Raja Suryavarman II memerintahkan pembangunan Angkor Wat (menurut kepercayaan Hindu) yang meletakkan gunung Meru sebagai pusat dunia dan merupakan tempat tinggal dewa-dewi Hindu, dengan itu menara tengah Angkor Wat adalah menara tertinggi dan merupakan menara utama dalam kompleks bangunan Angkor Wat.
Sebagaimana mitologi gunung Meru, kawasan kuil Angkor Wat dikelilingi oleh dinding dan terusan yang mewakili lautan dan gunung yang mengelilingi dunia. Jalan masuk utama ke Angkor Wat yang sepanjang setengah kilometer dihiasi pagar susur pegangan tangan dan diapit oleh laut buatan manusia yang disebut sebagai Baray. Jalan masuk ke kuil Angkor Wat melalui pintu gerbang, mewakili jambatan pelangi yang menghubungkan antara alam dunia dengan alam dewa-dewa.
Angkor Wat berada dalam keadaan yang baik dibandingkan dengan kuil lain di dataran Angkor disebabkan Angkor Wat telah dialihfungsikan menjadi kuil Buddha dan dipelihara serta digunakan secara terus menerus ketika agama Buddha menggantikan agama Hindu di Angkor pada abad ke-13. Kuil Angkor pernah dijajah oleh Siam pada tahun 1431.
Nama modern Angkor Wat, berarti "Kuil Kota"; Angkor adalah bentuk perubahan dari kata នគរ nokor yang berasal dari kata नगर nagara dalam bahasa Sansekerta yang berarti ibu kota atau negara. wat adalah istilah dalam bahasa Khmer untuk kuil atau candi. Sebelumnya nama asli candi ini adalah ‘Preah Pisnulok’ atau ‘Vishnuloka’ (tempat dewa Wishnu bersemayam), berdasarkan nama anumerta raja pembangunnya, Suryawarman II.
4. Taj Mahal
Tāj Mahal (bahasa Urdu: تاج محل, Hindi: ताज महल) adalah sebuah monumen yang terletak di Agra, India. Dibangun atas keinginan Kaisar Mughal Shāh Jahān, anak Jahangir, sebagai sebuah musoleum untuk istri Persianya, Arjumand Banu Begum, juga dikenal sebagai Mumtaz-ul-Zamani atau Mumtaz Mahal. Pembangunannya menghabiskan waktu 23 tahun (1630-1653) dan merupakan sebuah adi karya dari arsitektur Mughal.
Shah Jahan, kaisar dari Kekaisaran Mughal memiliki kekayaan yang besar selama masa kejayaannya. Pada 1631 istri keduanya wafat sewaktu melahirkan putrinya Gauhara Begum, anak ke-14 mereka.
Shah Jahan memerintahkan Ustad Ahmad membuat bangunan ini. Ustaz Ahmad mengumpulkan 20.000 orang pekerja yang terdiri dari tukang batu, tukang emas, dan pengukir yang termasyhur dari seluruh dunia.
Dengan bumbung, kubah dan menara yang dibuat dari marmer putih, serta seni mozaik yang indah, Taj Mahal merupakan salah satu dari Tujuh keajaiban di dunia. Sebanyak 43 jenis batu permata, termasuknya yaitu berlian, jed, kristal, topaz dan nilam telah digunakan untuk memperindah Taj Mahal.
5. Ka’bah
Ka'bah (Arab: الكعبة) adalah sebuah bangunan mendekati bentuk kubus yang terletak di tengah Masjidil Haram di Mekah. Bangunan ini adalah monumen suci bagi kaum muslim (umat Islam). Merupakan bangunan yang dijadikan patokan arah kiblat atau arah patokan untuk hal hal yang bersifat ibadah bagi umat Islam di seluruh dunia seperti shalat. Selain itu, merupakan bangunan yang wajib dikunjungi atau diziarahi pada saat musim haji dan umrah.
Ka'bah yang juga dinamakan Bayt al `Atiq (Arab:بيت ال عتيق, Rumah Tua) adalah bangunan yang dipugar pada masa Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail setelah Nabi Ismail berada di Mekkah atas perintah Allah SWT. Dalam Al-Qur'an, surah 14:37 tersirat bahwa situs suci Ka'bah telah ada sewaktu Nabi Ibrahim menempatkan Hajar dan bayi Ismail di lokasi tersebut.
Pada masa Nabi Muhammad SAW berusia 30 tahun (sekitar 600 M dan belum diangkat menjadi Rasul pada saat itu), bangunan ini direnovasi kembali akibat banjir bandang yang melanda kota Mekkah pada saat itu. Sempat terjadi perselisihan antar kepala suku atau kabilah ketika hendak meletakkan kembali batu Hajar Aswad namun berkat penyelesaian Muhammad SAW perselisihan itu berhasil diselesaikan tanpa pertumpahan darah dan tanpa ada pihak yang dirugikan.
Pada saat menjelang Muhammad SAW diangkat menjadi Nabi sampai kepindahannya ke kota Madinah, lingkungan Ka'bah penuh dengan patung yang merupakan perwujudan Tuhan bangsa Arab ketika masa kegelapan pemikiran (jahilliyah) padahal sebagaimana ajaran Nabi Ibrahim yang merupakan nenek moyang bangsa Arab dan bangsa Yahudi serta ajaran Nabi Musa terhadap kaum Yahudi, Tuhan tidak boleh disembah dengan diserupakan dengan benda atau makhluk apapun dan tidak memiliki perantara untuk menyembahnya serta tunggal tidak ada yang menyerupainya dan tidak beranak dan tidak diperanakkan (Surah Al-Ikhlas dalam Al-Qur'an) . Ka'bah akhirnya dibersihkan dari patung-patung ketika Nabi Muhammad membebaskan kota Mekkah tanpa pertumpahan darah.
Selanjutnya bangunan ini diurus dan dipelihara oleh Bani Sya'ibah sebagai pemegang kunci Ka'bah dan administrasi serta pelayanan haji diatur oleh pemerintahan baik pemerintahan khalifah Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Muawiyah bin Abu Sufyan, Dinasti Ummayyah, Dinasti Abbasiyyah, Dinasti Usmaniyah Turki, sampai saat ini yakni pemerintah kerajaan Arab Saudi yang bertindak sebagai pelayan dua kota suci, Mekkah dan Madinah.
Pada awalnya bangunan Ka'bah terdiri atas dua pintu serta letak pintu Ka'bah terletak di atas tanah, tidak seperti sekarang yang pintunya terletak agak tinggi. Pada saat Muhammad SAW berusia 30 tahun dan belum diangkat menjadi rasul, dilakukan renovasi pada Ka'bah akibat bencana banjir. Pada saat itu terjadi kekurangan biaya, maka bangunan Ka'bah dibuat hanya satu pintu. Adapula bagiannya yang tidak dimasukkan ke dalam bangunan Ka'bah, yang dinamakan Hijir Ismail, yang diberi tanda setengah lingkaran pada salah satu sisi Ka'bah. Saat itu pintunya dibuat tinggi letaknya agar hanya pemuka suku Quraisy yang bisa memasukinya, karena suku Quraisy merupakan suku atau kabilah yang dimuliakan oleh bangsa Arab saat itu.
Nabi Muhammad SAW pernah mengurungkan niatnya untuk merenovasi kembali Ka'bah karena kaumnya baru saja masuk Islam, sebagaiman tertulis dalam sebuah hadits perkataannya: "Andaikata kaumku bukan baru saja meninggalkan kekafiran, akan aku turunkan pintu Ka'bah dan dibuat dua pintunya serta dimasukkan Hijir Ismail ke dalam Ka'bah", sebagaimana pondasi yang dibangun oleh Nabi Ibrahim.
Ketika masa Abdullah bin Zubair memerintah daerah Hijaz, bangunan itu dibangun kembali menurut perkataan Nabi Muhammad SAW, yaitu diatas pondasi Nabi Ibrahim. Namun ketika terjadi peperangan dengan Abdul Malik bin Marwan penguasa daerah Syam (Suriah, Yordania dan Lebanon sekarang) dan Palestina, terjadi kebakaran pada Ka'bah akibat tembakan peluru pelontar (onager) yang dimiliki pasukan Syam. Abdul Malik bin Marwan yang kemudian menjadi khalifah, melakukan renovasi kembali Ka'bah berdasarkan bangunan di masa Nabi Muhammad SAW dan bukan berdasarkan pondasi Nabi Ibrahim. Ka'bah dalam sejarah selanjutnya beberapa kali mengalami kerusakan sebagai akibat dari peperangan dan karena umur bangunan.
Ketika masa pemerintahan khalifah Harun Al Rasyid pada masa kekhalifahan Abbasiyyah, khalifah berencana untuk merenovasi kembali ka'bah sesuai pondasi Nabi Ibrahim dan yang diinginkan Nabi Muhammad SAW. namun segera dicegah oleh salah seorang ulama terkemuka yakni Imam Malik karena dikhawatirkan nanti bangunan suci itu dijadikan ajang bongkar pasang para penguasa sesudah beliau. Sehingga bangunan Ka'bah tetap sesuai masa renovasi khalifah Abdul Malik bin Marwan sampai sekarang.
6. Kastil Falak-ol-Aflak, Persia
Falak-ol-Aflak Castle (dalam bahasa Persia: دژ شاپورخواست, pada zaman kuno dikenal sebagai Dežbār serta Shapur-Khwāst) adalah sebuah istana terletak di puncak bukit besar dengan nama yang sama di dalam kota Khorramabad, ibukota daerah Provinsi Lorestan, Iran. Struktur raksasa dibangun pada masa Sassania (226-651).
Sungai Khoramabad melalui sisi timur dan selatan-barat bukit Falak-ol-Aflak menyediakan benteng dengan unsur perlindungan alam. Hari ini, sisi barat dan utara bukit yang berbatasan dengan kabupaten hunian Khorramabad.
Benteng Falak ol-Aflak (berada di antara struktur yang paling penting) dibangun selama era Sassanid. Telah diketahui dalam sejumlah nama sejak dibangun lebih dari 1800 tahun yang lalu. Tercatat nama telah disebut sebagai benteng Shapur-Khast atau Sabar-Khast, Dezbaz, benteng Khoramabad, dan akhirnya Falak ol-Aflak Castle. Selama dinasti Pahlavi, bangunan ini digunakan sebagai penjara.
Fondasi benteng ukuran sebenarnya sekitar 300 meter 400 meter. Tinggi keseluruhan struktur, termasuk bukit, sampai ke 40 meter di atas daerah sekitarnya.
Benteng itu sendiri mencakup area seluas 5.300 meter persegi. Hal ini 2.860 meter di pembatas dan dinding yang tertinggi adalah 22,5 meter tinggi. Ruang ini dibagi menjadi empat ruang besar, dan kamar yang terkait dan koridor. Kamar-kamar semua mengelilingi dua halaman dengan ukuran sebagai berikut: langkah-langkah pertama halaman 31 × 22.50m dan kedua 29x21 meter. Ketika awalnya membangun benteng digunakan untuk memiliki 12 menara, tetapi hanya delapan tetap berdiri saat ini.
Pintu masuk bangunan terletak ke arah utara, dalam tubuh menara barat laut.
Air sumur benteng terletak di daerah belakang halaman pertama. Mencapai kedalaman 40 meter, sebagian besar poros sumur adalah diukir ke batu untuk mencapai sumber mata air Golestan. Sumur tetap dapat digunakan untuk hari ini.
Bahan yang digunakan dalam pembangunan benteng adalah batu bata lumpur, batu bata lumpur-dipecat, batu, kayu, dan mortir.
Penelitian arkeologi telah mengidentifikasi keberadaan benteng dua lapis dengan dua belas menara sekitar pembangunan hari ini. Benteng ini sekitar terutama membentang ke arah barat. Dari dua belas menara asli, hanya dua tetap dan ini terletak di barat laut dan barat daya benteng yang ada.
Sebelumnya, para ahli percaya Dehumidifier kanal-kanal dengan ketinggian lebih dari 1 meter yang mencakup seluruh wilayah di bawah benteng yang hide-out untuk warga. Namun pada kenyataannya, karena menyadari perubahan iklim di wilayah dan perairan bawah tanah, para insinyur Sassanid telah dilengkapi benteng dengan Dehumidifier.
Falak ol-Aflak benteng dibuat dengan material yang berbeda seperti batu dan kayu yang rentan terhadap kelembaban. Itu sebabnya benteng dibangun pada titik tertinggi kota Khoram-abad, sehingga angin bisa menembus gedung dan kering fondasinya.
7. Persepolis, Iran
Persepolis (Persia Lama: Pārsa bahasa Farsi: پارسه, Takht-e Jamshid bahasa Farsi: تخت جمشید atau Chehel Minar bahasa Farsi: چهل منار) adalah sebuah ibu kota kuno dari Kekaisaran Persia, terletak 70 km timur laut Shiraz, Iran. Dalam bahasa Persia kuno, kota ini disebut ‘Parsa’, yang berarti "Kota Bangsa Persia". Persepolis adalah terjemahan bahasa Yunani dari nama kota ini: Πέρσης πόλις (Persēs polis: "Kota Persia"). Dalam bahasa Persia, tempat ini dikenal sebagai Takht-e Jamshid (Tahta Jamshid) dan Parseh. Sisa terawal Persepolis berasal sekitar tahun 515 SM. Pada tahun 1979 UNESCO mendeklarasikan kota Persepolis sebagai Situs Warisan Dunia.
Bukti arkeologi menunjukkan bahwa reruntuhan Persepolis yang paling awal berasal dari sekitar tahun 515 SM. André Godard, seorang arkeolog Perancis pada awal 1930-an menyatakan bahwa Cyrus Agung memilih lokasi Persepolis, tetapi Darius Agunglah yang membangun teras pelataran dan kompleks bangunan istananya.
Darius memerintahkan pembangunan Balai Apadana dan Balai Konsul (Tripylon atau Balai Tiga Gerbang), yang menjadi bangunan Perbendaharaan Kemaharajaan, serta beberapa bangunan disekelilingnya. Pembangunan ini dirampungkan pada masa pemerintahan putranya, Raja Xerxes Agung. Pembangunan lebih lanjut pada bangunan dan teras terus dilanjutkan hingga masa keruntuhan Kekaisaran Akhemeniyah.
Odorico da Pordenone singgah di Persepolis sekitar tahun 1320 dalam perjalanannya ke China. Pada 1474, Giosafat Barbaro mengunjungi reruntuhan Persepolis dan secara keliru mengira bahwa ini adalah reruntuhan kota Yahudi. Antonio de Gouveia dari Portugal menulis tentang prasasti cuneiform pada saat kunjungannya tahun 1602. Laporan pertamanya tentang Persia, Jornada, diterbitkan pada 1606.
Peta Persepolis
Citra satelit Persepolis dan sekitarnya
Penggalian ilmiah pertama di Persepolis dilakukan oleh Ernst Herzfeld dan Erich F Schmidt mewakilihe Oriental Institute dan Universitas Chicago. Penggalian arkeologi dilakukan selama delapan musim, dimulai tahun 1930 dan mencakup situs-situs di sekitarnya.
Sejak 1946, dokumen asli, catatan, foto, serta tembikar dari penggalian Persepolis oleh Herzfeld, pada 1923, 1928, dan antara 1931 dan 1934 disimpan di Freer Gallery of Art, Institusi Smithsonian, di Washington, DC.
Herzfeld meyakini bahwa pembangunan Persepolis bertujuan untuk menciptakan atmosfer dan citra keagungan, sebagai simbol kejayaan kemaharajaan Persia, serta sebagai tempat menggelar upacara dan perayaan khusus, terutama “Nowruz”. Sebagai alasan historis, Persepolis dibangun di tanah air dinasti Akhaemenid, meskipun pada saat itu tidak terletak tepat di tengah jantung kemaharajaan.
Arsitektur Persepolis tercatat biasanya menggunakan tiang kayu. Arsitek menggantinya dengan pilar batu ketika kayu sedar Lebanon, atau kayu jati India tidak ada yang memenuhi ukuran besar yang diinginkan. Alas pilar dan kepala pilar terbuat dari batu, bahkan pada pilar kayu, akan tetapi keberadaan pilar kayu hanya berupa dugaan.
Bangunan di kompleks Persepolis terbagi atas tiga kelompok: kawasan militer, kawasan perbendaharaan (ruang harta), dan balai resepsi serta kediaman sementara Raja. Struktur utama antara lain Tangga Agung, Gerbang Semua Bangsa (Gerbang Xerxes), Istana Apadana Darius, Balai Seratus Tiang, Balai Tripylon Hall, dan Istana Tachara milik Darius, Istana Hadish milik Xerxes, Istana Artaxerxes III, Bendahara Kemaharajaan, Istal kuda kerajaan, serta rumah Kereta Perang.
Proyek rekonstruksi paling akhir berusaha untuk merekonstruksi aneka warna cat dari situs dan monumennya.
Reruntuhan beberapa bangunan kolosal terdapat di teras. Semuanya terbuat dari marmer abu-abu gelap. Lima belas pilar diantaranya masih utuh. Tiga pilar telah didirikan kembali sejak 1970. Beberapa bangunan lain tidak terselesaikan. F. Stolze menunjukkan bahwa serpihan batu tatahan tukang batu masih terdapat di lokasi. Reruntuhan yang kini dinamai Chehel minar ("empat puluh menara") ditelusuri kembali ke abad ke-13, dan dikenal sebagai Takht-e Jamshid - تخت جمشید ("Takhta Jamshid"). Sejak masa Pietro della Valle, bangunan ini masih diperdebatkan, apakah berasal dari Persepolis yang dikuasai dan dihancurkan oleh Iskandar Agung.
Di belakang Takht-e Jamshid terdapat tiga makam yang diukir dari batu karang di sisi bukit. Bagian mukanya yang salah satunya belum rampung, diukir relief yang kaya. Berjarak sekitar 13 km Timur Laut, di sisi lain Pulwar, berdiri tembok batu, dimana empat makam yang serupa diukir cukup tinggi dari dasar tembok. Situs ini kini disebut Naqsh-e Rustam - نقش رستم atau Nakshi Rostam ("lukisan Rostam"), berdasarkan relief Sassanid dibawah bukaan, yang dianggap sebagai gambaran pahlawan mistis Rostam. Dapat ditafsirkan bahwa patung-patung yang menghuni tujuh makam ini adalah perwujudan para raja.
a. Gerbang Semua Bangsa
Gerbang Semua Bangsa, dimaksudkan untuk seluruh kerajaan taklukan kemaharajaan Persia saat itu. Terdiri atas balai agung berukuran panjang 25 meter, dengan empat tiang besar di pintu masuknya di dinding Barat. Terdapat dua pintu lain, satu menghadap ke selatan membuka ka arah lapangan pelataran Apadana, yang satunya lagi membuka ke arah jalan panjang ke timur. Lubang engsel ditemukan di sudut dalam setiap pintu menunjukkan bahwa pintu besar ini terdiri atas dua daun pintu, mungkin terbuat dari kayu, dan dilapisi lembaran logam berukir.
Sepasang banteng Lamassu berkepala pria berjenggot, berdiri di sisi barat. Sepasang lainnya memiliki sayap berkepala khas Persia(Gopät-Shäh), berdiri di gerbang timur, kesemuanya melambangkan kekuasaan kemaharajaan Persia.
Nama Xerxes tertulis dalam tiga bahasa terukir di pintu masuk, menunjukkan bahwa dialah yang memerintahkan pembangunan gerbang ini.
b. Istana Apadana
Detil relief di tangga timur Balai Apadana.
Istana Apadana, tangga utara.
Darius Agung membangun istana paling agung di Persepolis di sisi barat. Istana ini disebut Apadana. Raja segala Raja menggunakannya sebagai balai audiensi resmi. Pembangunan dimulai tahun 515 SM. Putranya, Xerxes I, menyempurnakannya 30 tahun kemudian. Istana ini memiliki balai agung berbentuk bujur sangkar, tiap sisinya berukuran panjang 60 meter dengan 72 tiang besar, 30 diantaranya masih tegak berdiri. Setiap pilar besar ini setinggi 19 meter. Pilar ini menopang atap yang luas dan sangat berat. Puncak tiang dihasi patung batu hewan, seperti banteng berkepala dua, singa, atau rajawali. Tiang ini terhubung oleh batang penopang datar dari kayu ek atau kayu sedar Libanon. Dindingnya dilapisi lumpur dan stuko setebal 5 cm, sebagai perekat, kemudian dilapisi stuko hijau. Di sisi barat, utara, dan timur istana terdapat beranda persegi yang memiliki 12 tiang tersusun dalam dua baris masing-masing enam tiang. Di sisi selatan balairung terdapat serangkaian kamar sebagai tempat penyimpanan. Dua tangga bergaya Persepolis dibangun secara simetris terhubung dengan fondasi batu. Untuk melindungi atap dari erosi, talang air vertikal dibangun melewati tembok bata. Di keempat sudut Apadana, dibangunlah empat menara yang menjorok ke luar.
Dinding dilapisi tegel dan dihiasi gambar singa, banteng, dan bunga. Darius memerintahkan namanya dan detil kemaharajaannya ditulis dengan lempeng emas dan perak, yang ditempatkan dalam peti batu dan ditanam di keempat sudut istana. Tangga simetris bergaya Persepolis dibangun di sisi utara dan timur untuk mengatasi perbedaan ketinggian. Dua tangga lainnya berdiri di tengah bangunan. Tampilan luar istana diembos dengan gambar Immortal, pasukan elit pengawal Raja. Tangga utara diselesaikan pada masa pemerintahan Darius, sedangkan tangga lainnya dirampungkan pada masa kemudian.
c. Balai Takhta
Di sebelah Apadana, bangunan kedua terbesar dari teras dan adalah Balai Takhta atau Balai Kehormatan Prajurit Kemaharajaan (juga disebut "Istana Bertiang Seratus"). Bangunan berukuran This 70x70 meter persegi dibangun oleh Xerxes I dan diselesaikan oleh putranya, Artaxerxes I pada akhir abad ke-5 SM. Kedelapan gerbang batunya dihiasi relief. Pada sisi utara dan selatan menggambarkan suasana takhta, dan pada sisi timur dan barat dengan adegan Raja memerangi monster. Dua patung batu banteng raksasa mengapit portiko utara. Kepala salah satu banteng ini kini disimpan di Oriental Institute di Chicago.
Kepala banteng yang semula menjaga gerbang Balai Seratus Tiang di Persepolis. Kini tersimpan di Oriental Institute di Chicago.
Pada awal pemerintahan Xerxes, Balai Takhta umumnya digunakan untuk resepsi komandan militer dan utusan dari semua negara jajahan Kemaharajaan Persia. Kemudian Balai Singgasana dijadikan museum kemaharajaan.
Reruntuhan Persepolis.
8. Tembok Besar Georgan, Iran
Penggalian Tembok Gorgan
Tembok Besar Gorgan adalah serangkaian benteng pertahanan kuno yang terletak di dekat Gorgan di Provinsi Golestan dari timur laut Iran , di bagian tenggara Laut Kaspia . 37,070382 ° LU 54.076552 ° E .
Dinding terletak di penyempitan geografis antara Laut Kaspia dan pegunungan Iran timur laut, salah satu dari beberapa Gates Kaspia di bagian timur daerah yang dikenal di zaman kuno sebagai Hyrcania , pada rute nomaden dari stepa utara ke jantung Iran, dan dindingnya diyakini telah melindungi Kekaisaran Sassania ke selatan dari masyarakat ke utara. Panjang bangunan ini adalah 195 kilometer dan 6 sampai 10 meter, dan fitur lebih dari 30 benteng berjarak pada interval antara 10 dan 50 kilometer. Hal ini melampaui Tembok Besar China sebagai tembok pertahanan terpanjang di keberadaan.
Hal ini juga dikenal sebagai sebagai ‘Ular Merah’ antara arkeolog karena warna batu bata, dan sebagai Gorgan Pertahanan Wall, Anushirvân Barrier, Firuz Barrier dan Qazal Al'an, Sadd-i-Iskandar ( Persia untuk bendungan atau penghalang dari Alexander ), seperti Alexander Agung dikatakan telah melewati Gates Kaspia pada bulan maret terburu-buru untuk Hyrcania dan timur.
Tanggal konstruksinya tetap menjadi subjek penelitian, beberapa perkiraan beralih ke abad 6, pada saat era Khosrau I (531-579 M), sementara perkiraan lain menempatkan setidaknya 1.000 tahun lebih tua dari Tembok Besar China.
9. Ziggurat Ur, Irak
The Ziggurat Ur (kadang-kadang disebut "Great Ziggurat Ur"; E-Sumeria temen-nigur (u) É.TEMEN.NÍ.GÙR (U) (RU) artinya "rumah yang pondasi. menciptakan teror")adalah Ziggurat Neo-Sumeria yang terletak di kota Ur di dekat Nasiriyah di Dhi Qar sekarang termasuk kedalam salah satu propinsi di Irak. Pada zaman Perunggu Awal (abad 21 SM) struktur telah hancur oleh kali Neo-Babilonia (abad 6 SM) dan pemulihan Ziggurat itu dibangun di bawah raja Nabonidus.
Bangunan ini tetap digali di tahun 1920 ke 1930-an oleh Sir Leonard Woolley. Mereka terbungkus oleh rekonstruksi sebagian fasad dan tangga monumental oleh Saddam Hussein selama tahun 1980. Ziggurat Ur adalah yang bangunan terbaik yang diawetkan yang dikenal dari Iran dan Irak, terlepas dari Ziggurat dari Dur Untash (Chogha Zanbil). Bangunan ini adalah salah satu dari tiga struktur terpelihara dengan baik kota Neo-Sumeria Ur, di samping Mausolea Royal dan Istana Ur-Nammu (E-hursag).
Ziggurat ini dibangun oleh Ur-Nammu di sekitar abad ke 21 SM selama Dinasti Ketiga Ur. Ukurannya sepanjang 210 kaki (64m), selebar 150 kaki (46m) dan ketinggiannya lebih dari 100 kaki (30m). Ketinggiannya spekulatif, karena hanya fondasi dari Ziggurat Sumeria yang selamat dari berbagai macam ancaman kerusakan.
Terdapat sepotong Ziggurat (di sebuah kompleks candi) yang berfungsi sebagai pusat administrasi bagi kota ini, dan yang merupakan kuil Nanna dewa bulan, dewa pelindung Ur.
Pembangunan Ziggurat ini selesai pada abad 21 SM oleh Raja Shulgi, yang, dalam rangka memenangkan perhatian masyarakat di kotanya, menyatakan dirinya dewa. Selama pemerintahannya 48 tahun, kota Ur tumbuh menjadi ibukota negara yang mengontrol banyak wilayah di kawasan Mesopotamia.
Sisa-sisa Ziggurat itu pertama dijelaskan oleh William Kennett Loftus di awal abad 19. Penggalian pertama di situs dilakukan oleh John George Taylor (keliru dikreditkan sebagai "JE Taylor") pada tahun 1850-an, yang mengarah ke identifikasi situs sebagai Ur. Setelah Perang Dunia I, penggalian awal dilakukan oleh Reginald Campbell Thomson dan Henry Hall. Situs seluas ini digali di tahun 1920 oleh Sir Leonard Woolley oleh penunjukan Museum Universitas dari University of Pennsylvania dan Museum Inggris di periode 1922-1934.
Sisa-sisa Ziggurat terdiri dari tiga massa padat-lapis dari batu bata lumpur dihadapkan dengan batu bata, dibakar dan ditetapkan di aspal. Lapisan terendah sesuai dengan konstruksi asli dari Ur-Nammu, sementara dua lapisan atas merupakan bagian dari restorasi Neo-Babel. Façade tingkat terendah dan tangga monumental dibangun kembali di bawah perintah Saddam Hussein.
Ziggurat itu rusak dalam Perang Teluk Pertama pada tahun 1991 oleh tembakan senjata kecil dan struktur terguncang oleh ledakan. Empat kawah bom dapat dilihat di dekatnya dan dinding Ziggurat ini dirusak oleh lebih dari 400 lubang peluru.
10. Menara Porselen Nanjing, Republik Rakyat China
The Porcelain Tower (atau Porcelain Pagoda) dari Nanjing (Cina: 南京 陶 塔; pinyin: Nanjing Táotǎ), juga dikenal sebagai Bao'ensi (berarti "Kuil Syukur"; cina: 大 报恩寺, Da Bao'en Si), adalah sebuah situs sejarah yang terletak di tepi selatan Sungai Yangtze di Nanjing, Cina. Ini adalah pagoda yang dibangun pada abad ke-15 pada masa Dinasti Ming, tetapi sebagian besar hancur pada abad ke-19 selama pemberontakan Taiping. Menara ini sekarang berada dalam rekonstruksi.
Blok asli dari Menara Nanjing memiliki pintu lengkung, sekarang disusun kembali bersama-sama dan dipajang di Museum Nanjing
Menara ini berbentuk segi delapan dengan dasar berdiameter sekitar 97 kaki. Ketika dibangun, menara ini merupakan salah satu bangunan terbesar di Cina, naik hingga ketinggian 260 meter dengan sembilan cerita dan sebuah tangga di tengah pagoda, yang berputar ke atas hingga 130 anak tangga. Bagian atas atap ditandai dengan bola emas. Ada awalnya rencana untuk menambahkan cerita, menurut seorang misionaris Amerika yang mengunjungi Nanjing pada tahun 1852. Hanya ada beberapa pagoda Cina yang melebihi puncaknya, seperti masih ada tinggi 275 kaki, abad ke-11 Liaodi Pagoda di Hebei, atau tidak lagi ada tinggi 330 kaki, 7-abad ke pagoda kayu Chang'an.
Menara ini dibangun dengan batu bata porselen putih yang dikatakan mencerminkan sinar matahari di siang hari, dan pada malam hari sebanyak 140 lampu digantung dari gedung untuk menerangi menara. Glazes dan periuk yang bekerja ke porselen dan menciptakan campuran hijau, kuning, coklat dan putih di sisi desain menara, termasuk binatang, bunga dan lanskap. Menara ini juga dihiasi dengan sejumlah gambar Buddha.
Menara Porselen Nanjing ini dirancang selama masa pemerintahan Kaisar Yongle (r. 1402-1424) segera sebelum konstruksi, pada awal abad ke-15. Bangunan ini pertama kali ditemukan oleh dunia Barat ketika dikunjungi wisatawan Eropa. Setelah pemaparan bangunan ini ke dunia luar, menara itu dianggap sebagai harta nasional baik penduduk lokal dan budaya lain di seluruh dunia.
Pada tahun 1801, menara ini tersambar petir dan tiga cerita terlempar, tapi itu segera dikembalikan. Buku ‘Penutup Acara Kampanye’ pada tahun 1843 di Cina oleh Granville Gower Loch berisi penjelasan rinci tentang menara sebagaimana yang ada pada awal tahun 1840-an. Pada tahun 1850-an, daerah sekitar menara meletus dalam perang saudara sebagai Pemberontakan Taiping mencapai Nanjing dan Pemberontak Taiping mengambil alih kota. Mereka menghancurkan gambar Buddha dan menghancurkan tangga batin untuk menolak musuh Qing sebuah platform observasi. Pelaut Amerika mencapai kota Mei 1854 dan mengunjungi menara cekung. Pada tahun 1856, Taiping menghancurkan menara untuk mencegah faksi yang bermusuhan dari menggunakannya untuk mengamati dan melindungi kota. Setelah titik ini, sisa-sisa menara terlupakan dan berbaring tertidur sampai lonjakan baru-baru ini untuk mencoba dan membangun kembali tengara.
11. The Forbidden City, Republik Rakyat Cina
Kota Terlarang (bahasa Inggris: The Forbidden City; bahasa Mandarin: 紫禁城; pinyin: Zǐjìn Chéng yang dapat diterjemahkan dengan "Kota Terlarang Ungu"), sering disebut juga dengan "Istana Terlarang", terletak persis di tengah-tengah kota kuno Beijing, merupakan istana kerajaan selama periode Dinasti Ming dan Dinasti Qing. Dikenal sebagai "Museum Istana" (bahasa Mandarin:故宫博物院; pinyin:Gùgōng Bówùyùan), lokasi ini memiliki luas sekitar 720,000 meter persegi, 800 bangunan dan lebih dari 8.000 ruangan. Kota Terlarang, oleh UNESCO disebut merupakan koleksi terbesar struktur kayu kuno di dunia, dan terdaftar sebagai salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO pada 1987 sebagai "Istana Kerajaan Dinasti Ming dan Qing". Lokasi istana kerajaan berada di utara dari lapangan Tiananmen dan dapat diakses dari lapangan tersebut melalui Gerbang Tiananmen. Lokasi tersebut dikelilingi oleh suatu wilayah luas yang disebut Kota Kerajaan.
Walaupun tidak lagi ditempati oleh kalangan bangsawan, Kota Terlarang tetap merupakan simbol dari kekuasaan Tiongkok. Gambarnya sendiri muncul pada lambang negara Republik Rakyat Cina. Museum Istana sekarang ini merupakan salah satu lokasi yang paling menarik wisatawan di dunia.
Kota Terlarang memiliki banyak nama. Di Tiongkok, lokasi tersebut umum dikenal dengan nama Gu Gong (故宫), atau "bekas istana". Nama yang sekarang dikenal secara umum sebagai "Kota Terlarang" merupakan terjemahan dari Zijin Cheng (紫禁城), yang berarti "Kota Terlarang Ungu".
12. Biara Kyomizu, Jepang
Kuil Kiyomizu-dera merupakan kuil Budha kuno, yang dibangun pada tahun 798 dan sudah 10 kali mengalami kerusakan atau terbakar akibat perang atau bencana alam. Kuil ini berada di lembah di timur kota Kyoto, Jepang. Di belakang kuil utama terdapat kuil Jishu-jinja yang disebut dengan Dewa Perjodohan, dan di depan kuil terdapat 2 batu yang sering disebut "Batu Buta" dan "Batu Peramal Cinta".
Konon kabarnya menurut penduduk setempat dengan menutup mata kita berjalan sejauh 100 meter menuju batu buta tersebut dengan menutup mata atau memejamkan mata dan sampai tepat di depan batu buta, maka keinginan kita akan tercapai. Dan untuk menguji kesetiaan hati pada pasangan, kita dapat mencoba batu peramal cinta, caranya tetap sama dengan memejamkan mata, namun bila arah kaki kita tidak tepat menuju batu peramal cinta atau melenceng jauh maka hati kita masih memikirkan orang lain.
13. Petra, Yordania
Petra (dari πέτρα petra, "batu" dalam bahasa Yunani; bahasa Arab: البتراء, al-Bitrā) adalah sebuah situs arkeologikal di Yordania, terletak di dataran rendah di antara gunung-gunung yang membentuk sayap timur Wadi Araba, lembah besar yang berawal dari Laut Mati sampai Teluk Aqaba.
Petra ditetapan sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia itu merupakan pilihan dari 100 juta orang di seluruh dunia lewat situs internet dan pesan singkat (SMS) telepon seluler, yang diadakan oleh Swiss Foundation, serta diumumkan di Lisbon, Portugal, pada 7 Juli 2007.
Petra adalah kota yang didirikan dengan memahat dinding-dinding batu di Yordania. Petra berasal dari bahasa Yunani yang berarti 'batu'. Petra merupakan simbol teknik dan perlindungan.
Kata ini merujuk pada bangunan kotanya yang terbuat dari batu-batu di Wadi Araba, sebuah lembah bercadas di Yordania. Kota ini didirikan dengan menggali dan mengukir cadas setinggi 40 meter.
Petra merupakan ibukota kerajaan Nabatean. Didirikan sembilan tahun sebelum Masehi sampai dengan tahun ke-40 M oleh Raja Aretas IV sebagai kota yang sulit untuk ditembus musuh dan aman dari bencana alam seperti badai pasir.
Suku Nabatean membangun Petra dengan sistem pengairan yang luar biasa rumit. Terdapat terowongan air dan bilik air yang menyalurkan air bersih ke kota, sehingga mencegah banjir mendadak. Mereka juga memiliki teknologi hidrolik untuk mengangkat air.
Terdapat juga sebuah teater yang mampu menampung 4.000 orang. Kini, Istana Makam Hellenistis yang memiliki tinggi 42 meter masih berdiri impresif di sana.
Petra yang bisa ditempuh sekitar 3-5 jam perjalanan darat dari kota Amman, Yordania, dulu adalah ibukota suku Nabatean, salah satu rumpun bangsa Arab yang hidup sebelum masuknya bangsa Romawi.
Sebenarnya, asal usul suku Nabatean tak diketahui pasti. Mereka dikenal sebagai suku pengembara yang berkelana ke berbagai penjuru dengan kawanan unta dan domba.
Warga Petra awal adalah penyembah berhala. Dewa utama mereka adalah Dushara (Dzu as-Shara/Dusares}, yang disembah dalam bentuk batu berwarna hitam dan berbentuk tak beraturan. Dushara disembah berdampingan dengan Allat, dewi Bangsa Arab kuno.
Mereka sangat mahir dalam membuat tangki air bawah tanah untuk mengumpulkan air bersih yang bisa digunakan saat mereka bepergian jauh. Sehingga, di mana pun mereka berada, mereka bisa membuat galian untuk saluran air guna memenuhi kebutuhan mereka akan air bersih.
Di akhir abad ke-4 Sebelum Masehi, berkembangnya dunia perdagangan membuat suku Nabatean memberanikan diri mulai ikut dalam perdaganan dunia. Rute perdagangan dunia mulai tumbuh subur di bagian selatan Yordania dan selatan Laut Mati. Mereka lalu memanfaatkan posisi tempat tinggal mereka yang strategis itu sebagai salah satu rute perdagangan dunia.
Suku Nabatean akhirnya bisa menjadi para saudagar yang sukses, dengan berdagang dupa, rempah-rempah, dan gading yang antara lain berasal dari Arab bagian selatan dan India timur.
Letak yang strategis untuk mengembangkan usaha dan hidup, serta aman untuk melindungi diri dari orang asing itulah alasan suku Nabatean memutuskan untuk menetap di wilayah batu karang Petra.
Untuk mempertahankan kemakmuran yang telah diraih, mereka memungut bea cukai dan pajak kepada para pedagang setempat atau dari luar yang masuk ke sana. Suku Nabatean akhirnya berhasil membuat kota internasional yang unik dan tak biasa.
Pada awalnya Petra dibangun untuk tujuan pertahanan. Namun belakangan, kota ini dipadati puluhan ribu warga sehingga berkembang menjadi kota perdagangan karena terletak di jalur distribusi barang antara Eropa dan Timur Tengah.
Pada tahun 106 Masehi, Romawi mencaplok Petra, sehingga peran jalur perdagangannya melemah. Sekitar tahun 700 M, sistem hidrolik dan beberapa bangunan utamanya hancur menjadi puing. Petra pun perlahan menghilang dari peta bumi saat itu dan tinggal legenda.
Barulah pada tahun 1812, petualang Swiss, Johann Burckhardt memasuki kota itu dengan menyamar sebagai seorang muslim. Legenda Petra pun meruak kembali di zaman modern, dikenang sebagai simbol teknik dan pertahanan.
Petra di Yordania, adalah situs purbakala. Petra dikelilingi gunung. Di sini ada gunung setinggi 1.350 meter dari permukaan laut. Inilah kawasan tertinggi di areal ini yang disebut Gunung Harun (Jabal Harun) atau Gunung Hor atau El-Barra.
Gunung Harun paling sering dikunjungi orang. Para pengunjung percaya, di puncak Jabal Harun inilah, Nabi Harun meninggal dan dimakamkan oleh Nabi Musa.
Di abad ke-14 Masehi, sebuah masjid dibangun di sini dengan kubah berwarna putih yang terlihat dari berbagai area di sekitar Petra. Harun tiba di wilayah Yordania sekarang ketika mendampingi Nabi Musa membawa umatnya keluar dari Mesir dari kejaran Raja Fir'aun.
Di abad ke-1 Sebelum Masehi, Kerajaan Nabataea yang kaya dan kuat, menjangkau wilayah Damaskus di utara dan Laut Mati di selatan. Saat itu, Petra telah didiami sekitar 30 ribu penduduk. Di masa itulah dibangun kuil agung.
Tahun 100-an Masehi, Romawi pernah menguasai wilayah ini. Arsitektur di Petra pun terpengaruhi arsitektur Romawi.
Pada 600 Masehi di Petra dibangun gereja. Abad ke-7 Masehi, Islam hadir, dan pada abad ke-14, makam Nabi Harun di Jabal Harun menjadi tempat keramat dari umat Islam, selain kaum Yahudi dan Kristiani.
Saat berusia 10 tahun, Nabi Muhammad pernah berkunjung ke gunung ini bersama pamannya.
Setelah Perang Salib di abad ke-12, Petra sempat menjadi 'kota yang hilang' selama lebih dari 500 tahun (lost city). Hanya penduduk lokal (suku Badui) di wilayah Arab yang mengenalnya.
14. Terrakota Qin
Makam Kaisar Qin Shi Huang yang terletak di kaki Gunung Li Shan sebelah utara, Kota Xian, Provinsi Shaanxi dibangun pada dua ribu tahun yang silam, adalah makam terkenal di Tiongkok. Terakota Qin adalah karya terbaik seni pahat Tiongkok zaman kuno. Patung-patung itu tinggi dan besar, dan sangat hidup mimiknya. Tinggi rata-rata patung itu 1,8 meter, yang tertinggi dua meter, dan yang terpendek 1,72 meter. Makam itu dengan arca prajurit dan kuda perang yang tampak gagah berani dan seni kerajinan yang mahir telah dicantumkan dalam Daftar Nama Warisan Dunia pada tahun 1987.
Pada tahun 247 Sebelum Masehi, Kaisar Yingzheng yang baru berusia 13 tahun naik takhta menjadi Raja Negara Qin, tapi baru mulai menangani urusan pemerintahan pada usia 22 tahun. Dan sejak ia mulai menangani urusan pemerintahan, Raja Yingzheng mulai melaksanakan ambisinya untuk mencaplok 6 negara yang lain dan menyatukan Tiongkok. Untuk itu, ia berusaha keras merekrut tenaga ahli yang dapat dimanfaatkannya. Misalnya, ia pernah memberikan tugas penting kepada mata-mata Negara Han bernama Zheng Guo untuk membangun “Saluran Irigasi Zheng Guo”. Berkat proyek tersebut, 40 ribu qing (satu qing kira-kira sama dengan 6,6667 hektar) tanah alkali Negara Qin menjadi tanah subur tanpa terpengaruh oleh bencana kemarau dan bencana banjir, sehingga menyediakan syarat material yang cukup bagi Negara Qin untuk menyatukan Tiongkok. Selain itu, Kaisar Qinshihuang juga mengerahkan 700 ribu tenaga dan mengalokasi dana dalam jumlah sangat besar untuk membangun Makam Gunung Lishan yang sekarang lazim disebut sebagai Makam Kaisar Qin dan prajurit dan kuda terakota Kaisar Qinshihuang.
Penemuan arkeologi membuktikan, terakota pernah dibuat pada masa sebelum dan sesudah Dinasti Qin, namun tidak ada yang berukuran sebesar itu. Pada akhir tahun 1970-an, seniman zaman sekarang pernah membuat terakota tiruan sebesar itu. Beberapa orang bekerja selama beberapa bulan baru menyelesaikan sebuah patung. Sedang untuk membuat patung kuda sebesar ukuran asli, sejauh ini belum pernah berhasil. Dalam kondisi primitif 2.000 tahun yang lalu, bagaimana caranya membuat terakota sebesar itu, sampai sekarang masih merupakan tanda tanya.
Patung-patung yang tergali dari lubang terakota keras seperti batu, kalau dipukul mengeluarkan bunyi berdenting. Tinggi dan rumitnya teknik pembuatan terakota itu menandakan kematangan teknik pembuatan tembikar Tiongkok. Sedang teknik pembuatan senjata perunggu yang ditemukan di lubang terakota lebih menakjubkan. Pedang perunggu yang ditemukan dalam lubang terakota itu panjangnya 90 cm, buatannya halus dan sangat tajam, berkilau masih seperti baru. Setelah dites ternyata mengandung banyak macam logam nadir, pada permukaannya adalah lapisan oksdasi garam kromium setebal 10 mikro meter, dan derajat kekerasannya setara dengan baja karbon medium yang dikeraskan. Senjata-senjata perunggu yang tergali dari lubang terakota dibuat dengan cara tuangan (cor), bahannya terutama tembaga dan timah.
Pemrosesan oksidasi garam kromium meningkatkan daya anti karat. Teknik ini adalah suatu keajaiban dalam sejarah metalurgi dunia. Lubang terakota adalah bagian penting dari makam Kaisar Qin Shi Huang, juga khasanah kesenian yang kaya. Tiga lubang yang tergali merupakan bangunan struktur tanah dan kayu model terowongan, dasar lubang antara 4 sampai 8 meter dari permukaan tanah, di dalam lubang dibangun dinding, di kedua sisi dinding dipasang tiang kayu, di atasnya adalah belandar dan penyangga atap, di atasnya adalah gelaran tikar, lalu ditutup dengan tanah. Dasar lubang dilantai dengan bata, dan patung-patung dijajar di atasnya. tahun 1987, makam Kaisar Qin Shi Huang dan Terakota Qin dicantumkan oleh UNESCO ke dalam daftar warisan budaya dunia.